Friday, May 20, 2011

Saya Kangen Gayus


Pagi itu, 15 November 2010. Para wartawan media cetak, televisi, online, dan radio, tumplek blek di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Padahal masih pukul 10.00. Biasanya, PN Jaksel masih sepi di jam yang sama, karena memang sidang baru dimulai sekitar pukul 11.00.

Puluhan, atau entah ratusan, wartawan itu tidak sedang menunggu sidang perkara mafia hukum yang mendakwa Gayus dimulai. Yang mereka kejar cuma “Gayusnya”. Untuk apalagi, selain untuk bertanya pada Gayus, benarkah sosok berambut palsu yang dipotret fotografer Kompas tengah menonton tenis di Bali itu benar dirinya.

Saat orang yang ditunggu-tunggu datang, para pewarta pun langsung ‘grudukan’ mengejarnya. Sayang, Gayus mengunci mulut. Satu kalimat pun tak ia ucapkan sejak turun dari mobil tahanan hingga masuk ke ruang tahanan anak PN Jaksel.

“Tumben banget sih, nggak mau ngomong apa-apa! Padahal kan biasanya ‘ember’,” keluh salah seorang wartawan situs berita, usai memburu Gayus sembari meneriakkan pertanyaan demi pertanyaan, yang naasnya tak satu pun ditimpali Gayus.

Ya, Eks PNS golongan IIIA Direktorat Jenderal Pajak itu memang dikenal wartawan sebagai sosok yang ‘ember’, atau banyak bicara. Selama ini ia tak pernah pelit berkomentar saat ditanya wartawan. Cuma sekali waktu itu saja ia bungkam.

Boleh saja wartawan menulis sepedas dan sekejam mungkin soal Gayus Tambunan. Wajar, karena terdakwa kasus mafia hukum itu memang selalu bikin ulah yang membuat “gemas” dan jengkel masyarakat, termasuk wartawan.

Tapi jangan bayangkan sikap para kuli tinta akan segalak tulisannya, jika bertemu dengan Gayus. Sebab yang ada, selama ini wartawan justru sering guyon dan melempar canda padanya.

Apa pasal? Tentu saja karena pembawaan Gayus yang -bahasa Jawanya- nyelelek. Dia memang pengemplang pajak ratusan miliar rupiah. Tapi tampilannya, jauh dari kesan “jahat”. Terlihat polos, malah.

Gayus juga sosok yang mudah bergaul. Itulah kenapa, ia seperti jadi salah satu narasumber favorit para wartawan. Dia tidak pelit omong. Bahkan bisa dibilang, untuk ukuran seseorang yang sedang dibelit kasus besar, ia cerewet.

Obrolan antara Gayus dengan wartawan biasa mengalir di luar ruang sidang, terutama di ruang tahanan anak, tempat Gayus selama ini ditahan selama di PN Jaksel. Jangan kira yang diobrolkan wartawan dengan bapak dua anak itu melulu soal kasus pajak. Wartawan justru sering menanyai Gayus soal remeh-temeh.

“Bang Gayus, sehat Bang?”, “Kok wignya nggak dipakai, Bang?”, “Bang, gantengan pakai wig, lho..”, “Bang, kok tumben nggak pakai baju batik, kenapa? Belum sempat laundry, ya?”, atau “Lagi puasa ya, Bang? Kok nggak makan?” adalah pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilontarkan wartawan saat menyapa Gayus di tahanan.


Dan semua pertanyaan iseng itu selalu diladeni Gayus. Meski terkadang, jika sedang ogah menjawab, Gayus cuma senyum ataupun tertawa menanggapi pertanyaan wartawan yang aneh-aneh.

Tapi keseluruhan, Gayus tetap magnet bagi wartawan. Ia tak cuma sosok yang bergelimang kasus, tapi juga pesakitan yang jenaka. Itulah yang membuat wartawan gemar menggoda Gayus dengan pertanyaan-pertanyaan usil. Bahkan, ada pula beberapa wartawan yang ngebet berfoto dengannya.

“Ya bukan apa-apa. Biar ada cerita ke anak-cucu kita nanti. Ini lho, bapak foto sama Gayus, terdakwa kasus mafia pajak yang bikin heboh itu,” salah seorang wartawan membeberkan alasannya hendak berfoto dengan Gayus sang selebriti.

Dasar Gayus, permintaan foto bareng itu pun tak ditepisnya. Jepret!!

No comments:

Post a Comment