Friday, February 20, 2015

Wartawan dan Arsitek

Saat masih kecil, saya ingin jadi arsitek.
Saya ingin bikin bangunan yang bagus untuk banyak orang.
Saya ingin bikin rumah yang nyaman dengan taman-taman di dalam, biar anak bisa tetap bermain kendati malam.

Ingat sekali betapa banyaknya sketsa desain rumah yang saya bikin ketika kelas 3 SD.
Juga betapa saya bahagia punya mainan bernama The Sims di komputer.
Juga bagaimana hasil tes IQ dan bakat saat SMA menyatakan saya cocok menjadi arsitek, dan wartawan.

Ya, dua pekerjaan itu. Tapi akhirnya saya kini menjadi wartawan.
Lebih spesifik lagi, menggarap halaman arsitektur.
Ya begitulah Tuhan begitu baik memenuhi mimpi saya yang enggak kesampaian.
Walau kadang sedih, saat ada arsitek bertanya, "Kok kamu dulu enggak jadi arsitek saja?"

Cuma Tuhan yang tau jawabannya.

Thursday, February 19, 2015

Review Kingsman The Secret Service: Spionase Bumbu Cinderella


Ganteng, seksi, tengil, pintar, jago berkelahi, mata-mata pula. Oh ya lupa, punya tatapan dan senyum manis yang bikin perempuan lemah seketika. Itu yang membuat seorang tokoh mata-mata selalu menarik. James Bond? Ah, bosan.

Jagoan kita yang ini masih segar (kata lain dari brondong), urakan, dan badung. Dia pecinta perempuan juga, pula terpesona pada semua yang memompa adrenalinnya. Dia, yang kemudian dicalonkan menjadi agen mata-mata Kingsman teranyar ini, bernama Eggsy Unwin (Taron Edgerton).

Eggsy tak seperti om Bond yang simsalabim keren sejak muncul. Ia semula adalah remaja lelaki kebanyakan, yang gantengnya pas-pasan, enggak punya duit, dikeluarkan dari sekolah marinir, jobless, dan bandel. Semua berubah ketika satu hari ia bertemu Harry Hart (Colin Firth).

Harry yang seorang mata-mata dari Kingsman itu mengajak Eggsy mengikuti seleksi menjadi agen spionase. Musababnya, ada satu lowongan posisi yang ditinggalkan Lancelot, almarhum agen Kingsman. Untuk mendapatkan posisi itu, Eggsy mesti bersaing dengan delapan kandidat lain, termasuk cewek manis bernama Roxy. Proses perekrutan itu ditangani "Pak Kepsek" Merlin (Mark Strong).

Di waktu yang sama, seorang sinting bernama Richmond Valentine (Samuel L Jackson), kian sibuk menggarap proyek "kiamat"-nya. Sebagai "Nabi Nuh", ia membikin bahtera berisi orang-orang terpilih. Sementara manusia yang tidak terpilih, diprogram dengan chip khusus agar saling bunuh secara barbar. Homo homini lupus.

Cerita di atas diadaptasi dari komik Kingsman yang digarap Mark Millar. Ia sebelumnya mengerjakan beberapa seri dari jagoan Marvel seperti Wolverine dan X-Men, serta pahlawan komik DC seperti Superman.

Kalau dibilang ini film tidak serius, memang iya, jika definisi serius adalah yang melulu membuat bibir kita terkatup tak ketawa. Kingsman The Secret Service adalah film yang membuat saya -dan penonton lain- cekakakan semacam lagi nonton Big Hero 6. Kelucuan itu setipe seperti X-Men First Class, The Avengers, maupun Thor -selama ada Loki tentunya.

Namun, dosis kekonyolan Kingsman The Secret Service satu garis di atas film-film tersebut. Asyiknya, sang sutradara, Matthew Vaughn, bisa lancar melucu tanpa membuat film ini jatuh murahan.

Yang segera tersadari saat kita menonton Kingsman The Secret Service adalah, film ini menggabungkan sejumlah bahan menjadi adonan tokcer yang disuka penonton. Ramuan ngepop itu berupa dongeng Cinderella, magis Harry Potter, kisah King Arthur, misteri petualangan spionase, dan kekonyolan ala Loki dan Quicksilver.

Cinderella kita di sini adalah Eggsy. Dari yang sebelumnya cuma cowok biasa dengan tampang yang sangat proletar, ia lalu dijemput "Ibu Peri" -di sini adalah Harry Hart. Eggsy lalu disulap menjadi agen rahasia seksi lengkap dengan sederet senjata yang menyaru peralatan sehari-hari. Terus terang saja, perubahan Eggsy menjadi "mas-mas agen rahasia" cukup dramatis dan sempat membuat saya senyum-senyum sendiri.

Sedangkan ramuan Harry Potter terlihat -lagi-lagi- dari proses dijemputnya Eggsy oleh Harry, yang mengingatkan saya akan hubungan "bapak"-anak antara Albus Dumbledore dan Harry Potter. Juga bagaimana kereta bawah tanah di balik toko jahit jas Kingsman itu melesat bak kilat ke markas mereka nan megah. So Hogwart's Express, eh?



Nama sandi agennya sendiri mengingatkan kita pada kisah King Arthur. Ada Arthur (sang bos Kingsman yang diperankan Michael Caine), Galahad (Colin Firth), juga Lancelot. Ah, pokoknya film ini semacam nostalgia dan memadukan semua hal yang selera pasar banget, deh.

Pun antagonis di sini adalah villain yang "khas" film superhero: jelek, punya logat/cara ngomong yang aneh, nama yang "idih enggak banget", dan kelakuan yang menyebalkan. Sayangnya, menurut saya Samuel L Jackson sebagai Valentine kurang pol. Ibarat dia ngegas dengan gigi 2 di jalan tol, lah. Cemen.

Tatap mata Richmond Valentine kurang membunuh, dan gesture-nya pun kurang "mematikan" sebagai monster yang menganggap matinya seluruh penduduk bumi sebagai acara lawak. Apalah Valentine tanpa asistennya yang berkaki menarik, Gazelle (Sofia Boutella).

Soal ide cerita, Kingsman The Secret Service sebenarnya nyaris biasa. Tapi Vaughn bisa mengeksekusinya jadi atraktif sampai-sampai susah mencari di mana kurangnya. Kuncinya ada pada bagaimana Vaughn berani menutupi kekurangan James Bond yang belakangan menurut saya kurang greget.

Tidak ada penjelasan juga bagaimana kegilaan-kegilaan yang dilakukan Valentine sampai tidak terpecahkan oleh M16 atau pun CIA (atau BIN? Hehehe), dan akhirnya dituntaskan secara ciamik oleh pemuda harapan kita, Eggsy.

Tapi ya sudahlah. Itu tidak lalu menjadikan Kingsman The Secret Service kurang menarik. Apalagi duet Colin Firth dan Taron Edgerton keren pisan. Mereka punya kemistri dan (ternyata) bisa karismatik sebagai agen rahasia, lengkap dengan jas mahal dan kacamata pintarnya. Saya curiga, ini pun adalah taktik Vaughn untuk sama-sama membuat perempuan dari segala usia bahagia. Ha-ha-ha...

Colin Firth
Taron Edgerton

Friday, February 13, 2015

Karena Doa Itu Pasti Akan Terjawab

 
Percaya nggak kalau Tuhan itu sebenarnya menjawab semua doa kita? Tapi mungkin, kadang Dia menjawab "tidak" --yang seringkali hati dan pikiran kita tidak mau menerimanya. Seringkali juga Tuhan mengabulkan apa permintaanmu, bahkan ditambah bonus yang membuatmu terus bersyukur.

Beberapa hari lalu saya enggak bisa konsen ngapa-ngapain. Masih bisa sih, bangun tidur masak, liputan, nulis, makan. Tapi semuanya saya jalani dengan lesu dan pening. Kayak robot. Bagaimana tidak, bapak minggu lalu dioperasi. Sementara saat si pacar berencana mau ke Semarang, mami saya malah enggak ngebolehin kami ke sana. Katanya nanti aja, kalau bapak udah selesai operasi dan kondisinya membaik.

Ah, namanya juga anak. Saya kepikiran bapak sampai berhari-hari mimpi buruk. Ya rasanya gimana sih, enggak bisa ada di dekatnya saat dia lagi di rumah sakit? Untungnya operasi beliau berjalan lancar, dan udah bisa foto bareng boneka Masha n The Bear yang saya kirim via JNE hahaha (Yup, bapak saya ngefan banget pada Masha -______- )

So, Minggu sore lalu, saya pun ke Gandaria City bareng Putri. Niatnya mau belanja bulanan, padahal sih untuk menghibur hati yang luka karena rindu ayahanda. Di Lotte Gancit, saya pun beringas belanja piring, mangkok, dan gelas melamin. *nyambung kok vit*

Dan yang geuleuh adalaaaah ada banyak spatula lucuk dong di Lotte. Sayang harganya enggak bersahabat buat dompet ketika itu. Huaaaa.. Berhubung habis beli tiket ke Makassar, saya pun menahan diri untuk enggak beli. Padahal pengin bangeeet. Mana ada yang warnanya pink gitu. Saya yang pengin spatula, eh malah si Putri yang beli. Heuheu..

Vitri: Ih spatula yang pink itu bagus..
Putri: Jelek
Vitri: Yang itu juga bagus...
Putri: Jelek juga. Pokoknya spatula yang aku beli doang yang bagus!
Vitri: -____-

Kemudian pulanglah kami menggembol barang belanjaan tiga kresek gede. Sesampainya di rumah, saya ngetik di kamar ditemenin si pacar. Sampai akhirnya, di tengah upaya melawan detlen, listrik mati! Eh tapi saya tetap lanjut ngetik karena baterai laptop masih ada setengah.

Pacar: Lampu mati!
Vitri: Iye, tapi bateraiku masih kok. Duh ini paragraf terakhir tapi bingung bridgingnya.
Pacar: Sini aku bikinin! *sigap*
Vitri: Kamu kenapa sih? Udah, aku sendiri aja
Pacar: Sini aku bikinin aja.. Kamu mandi deh. Belum mandi kan tadi sore?
Vitri: Nggak cuma tadi sore. Aku belum mandi dari kemarin. Tadi ke mol juga gak mandi *ini beneran*
Pacar: Ya udah kalau gitu sana mandi.Bridging tulisanmu aku bantuin.
Vitri: (KENAPA SIH NI ORANG?? BIASANYA GUE NGGAK MANDI 2 HARI LO JUGA DIEM AJA..)

 Dan saya pun keluar kamar. Ternyataa...

HAPPY BIRTHDAY TO YOU... HAPPY BIRTHDAY TO YOU....

Wakakakaka ternyata saya udah ultah sodara, sodara.. Asli cupu banget, saking seriusnya ngetik sampai enggak tahu kalau udah ganti hari. Dan lalu satu per satu makhluk di rumah itu pun keluar. Si pacar (yah begitulah, tulisan saya enggak jadi dia bantuin), Putri, Anam, dan Haeril. Ah, sumpah manis banget deh mereka...

Yang bikin terharu, saya dikasih seperangkat alat gambar dari si pacar -which is saya pengin banget beli dari kemarin, tapi eman-eman duit karena mehong. Juga.... spatula keren gila yang di Lotte itu, ternyata dibeli Putri dan Anam buat saya. Ihiks ihiks.. Thank you guys..

Beuh, tau aja belinya Derwent hahahaha.. Makasih Tri Suharmanku :*
Ini dari Pak dan Bu Anam hihihi..
Sembari meniup lilin -i'm 28 yo now- saya pun merapal doa-doa. Semoga saja, Tuhan selalu sayang pada saya, dan enggak bosan saya keluhi aneh-aneh dan enggak penting. Mulai dari soal tubuh bikinannya (siapa sih yang nempelin lemak-lemak ini di badanku?? siapa???), rezeki darinya, juga soal mimpi-mimpi yang belum kesampaian.

Terima kasih Allah. Saya sayang Kamu. Saya sayang keluarga dan teman-teman yang Kamu kasih buat saya.

Wisata Bangka: Mabuk Pantai

Pantai Matras, Bangka
Pantai, pantai, pantai.

Siapa yang enggak suka pantai? Bayi yang di dalam kandungan pun pasti suka pantai *sotoy* Nah, Bangka ini adalah salah satu lokasi di Indonesia yang kaya pantai. Jalan dikit, ketemu pantai. Jalan mundur juga ketemu pantai. Pokoknya pantai!

Fyi, empat hari berada di Pangkal Pinang, kami mengunjungi empat pantai. Yakni Pantai Tanjung Pesona, Pantai Pasir Padi, Pantai Matras, dan Pantai Parai. Sebenarnya masih ada sejumlah pantai lainnya, tapi kami tak sempat menengok karena mesti menghadiri resepsi Angga. Jika bosan dengan pantai, ada juga tempat menarik lainnya untuk dikunjungi. Misalnya Muntok, tempat pengasingan Bung Karno.

Di antara tiga pantai di atas, yang ada di dekat pusat kota adalah Pantai Pasir Padi. Pantai ini sangaaaaat luas, dan enak untuk olahraga. Yang menarik adalah keberadaan warung remang-remang di pinggir pantai. Jika beruntung, saat siang pun kita sudah bisa ketemu dengan mbak-mbak dandan yang nangkring di depan warung. Ya, area itu memang konon digunakan untuk begituan saat malam.

Tak jauh dari area warung, kita bakal menjumpai beberapa restoran seafood. Kuliner Bangka di sini asyik juga. Harganya cukup terjangkau, dengan rasa yang luar biasa enak. Lumayan lah, bisa menikmati suara ombak sambil ngabisin sebakul nasi *ini beneran*

Nah, kalau tiga pantai lainnya, lokasinya agak jauh dari Pasir Padi. Mungkin membutuhkan waktu perjalanan 1,5 jam dengan mobil. Tapi tak apa lah, karena memang Pantai Parai sangat kece. Pantai ini punya banyak batu-batu besar yang seksi, mirip dengan di Belitong. Sayangnya, meski sudah dikelola oleh swasta (masuknya bayar Rp 25 ribu), pantai ini agak kotor.

Pantai Parai
Yang seperti pantai pribadi adalah Pantai Matras. Meeeeeen asyik banget lah ini pantai. Pantai pasir putihnya luas, sepi, ombaknya lumayan kencang, bersih pula. Saking sepinya, waktu itu kami doang dong yang ada di sana. Gelo, berasa halal aja mau guling-guling cantik sepuasnya. Muahahahahahahaha *congkak*

Pantai Matras Bangka
Oh ya, kalau kata eks senior saya di Tempo, Bang Sofian, Bangka ini menarik saat malam. Di balik "tampang"-nya yang kalem, kota ini menyimpan banyak tempat pijat plus-plus yang asyik buat kalian para lekong. Tapi ya namanya juga kota kecil. Jangan sampai aja deh kalian enggak sengaja ketemu bos atau mertua di tempat pijat yang sama.

Sayangnya saya enggak bisa sharing banyak soal transportasi dan hotel, karena kebetulan saat itu kami ditanggung Eka, istrinya Angga. Iya sih malu-maluin, tapi yaaaaaa... alhamdulillah lah ya. Hihi.. Tapi banyak kok penginapan murah di sana. Harganya antara 150-250 ribu, dengan lokasi enggak terlalu jauh dari Bandara Dipati Amir.

Kalau mau extend ke Belitong, bisa banget. Naik kapal aja dari pelabuhan di Pangkal Pinang menuju Pelabuhan Tanjung Pandan, Belitong. Kapalnya bernama KM Bahari Express yang tiap hari pukul 14.00 berangkat ke Belitong. Harga atau tarif kapal dari Bangka ke Belitong kalau enggak salah sekitar Rp 150-200 ribu.

Pantai Tanjung Pesona Bangka


Pagi di Velbak


Hidup itu enggak sesederhana yang orang-orang bilang. Tapi juga enggak perlu dipikir serumit itu (nah kan baru gini aja ribet).

Seperti misalnya kamu sudah bikin desain sampai tiga jam, lalu seorang kawan meliriknya dalam tiga detik dan hanya berkomentar "Kayak kardus makanan ah. Sorry."

Seperti misalnya kamu hanya niat becanda, lalu orang yang kau becandai marah dan mengucap sesuatu yang kurang menyenangkan.

Seperti misalnya kamu lagi butuh duit dan dapat doorprize iPhone 6, tapi kamu harus mengembalikannya karena bertentangan dengan etik profesi.

Seperti misalnya kamu ingin nulis sesuatu di blog, tapi sayang kepala sedang migren minta ampun.

Ah, kata siapa hidup itu sederhana.

Hidup itu enggak sederhana. Hidup itu mesti dibuat menyenangkan.