Sunday, June 28, 2015

Review Jurassic World: Saat Dino Kalah oleh Keseksian Mas Pratt


Jurassic World adalah film yang saya impikan sejak beberapa tahun terakhir. Tak lain karena Vitri kecil –waktu itu masih SD dan badannya emang masih mungil- begitu terpesona pada sosok dinosaurus yang besar, gahar, “monster banget”, dan mampu membuat jantung deg-degan tak karuan.

Masih ingat banget lah, waktu itu saya nonton di kursi deret depan bioskop, dan saking takutnya sama dinosaurus, saya sampai minta pangku bapak. Hehehe.. Tapi, entah kenapa, saat saya gede pun (dengan badan yang gendutnya kayak Triceratops), saya tetap masih sesak nafas kendati berkali-kali menonton  mahakarya Spielberg itu.

Dan tibalah masa dinosaurus kembali “meneror” kehidupan kita. Kini bukan lagi Spielberg yang menggiring kita masuk ke taman Jurassic, tapi Colin Treverrow. Lalu apa yang saya –si penyuka film makhluk gigantis terutama dinosaurus- harapkan ketika menonton Jurassic World? Saya ingin melihat petualangan, dinosaurus yang lebih jahat dan buas, taman yang lebih adventurous, serta adegan perburuan oleh para dino yang lebih seru, mencekam, dan bikin jantung berdegup tak karuan.


Padahal saya enggak ngomong ke siapa-siapa lho ya, soal keinginan itu (halah). Tapi ternyata, Jurassic World berupaya memenuhinya dengan gimmicks dan alur cerita yang mengarah ke sana. Ya, mereka menyiapkan ruang nostalgia untuk kita klangenan dengan taman Jurassic-nya Hammond yang epic itu.

Jurassic World mengambil setting dua dekade pascatragedi di Jurassic Park. Adalah orang terkaya kedelapan di dunia, Sam (Irrfan Khan), yang mengelola taman Jurassic menjadi semacam Taman Safari versi Disneyland. Di sini, beberapa dinosaurus bisa kita pegang, elus-elus, bahkan kita naiki. Namun beberapa dino gahar macam mosasaurus, T-Rex, dan raptor, tetap dibikin “berjarak” dengan alasan keamanan.

Lalu apa jadinya jika dinosaurus jadi lebih bersahabat dan tak lagi menyeramkan? MEMBOSANKAN. Ya, paling tidak itu yang ada di benak saya sebagai orang yang doyan lihat Sam Neill tegang diendus-endus T-Rex.


Upaya memenuhi harapan akan dinosaurus yang “lebih besar”, “lebih menakutkan”, dan “lebih sangar” itu kemudian diterjemahkan para anak buah Sam dengan menciptakan makhluk hibrida genetika, Indominus Rex. Masalah muncul saat Indominus Rex sukses kabur dari kandangnya. Doi pun lantas memicu munculnya banyak jerit kengerian, cipratan darah, dan kekacauan di mana-mana.

Sayangnya, sudah dibikin susah-susah begitu, Indominus Rex gagal membuat saya terkesan #kamugagalDom,kamugagal

Dan ini semua salah siapa? Mas Chris Pratt! Iya, kamu Mas! Kamu! Kamu dan kegantengan dan karisma dan keseksianmu yang bikin film itu bukan lagi Jurassic World, tapi Pratt World! Aaaaaarkkk sungguh saya gagal paham kenapa Treverrow mau ambil risiko menaruh aktor semacam itu (baca: sekel dan emesh) di film yang udah ditunggu-tunggu orang sejak lebih dari sewindu lalu!

Brummm brummm brummm (*bunyi deg2an jantung saya, bukan bunyi motor*)
Ya, Chris Pratt berhasil membuat sekuel ini jadi sangat menarik, hidup, asyik, dan cool. Membuat sekuel adalah PR sangat berat, apalagi buat film trilogi sedahsyat Jurassic Park. Tapi film ini membuat saya yang sudah lama menanti ini jadi terhibur dan terpuaskan pandangannya. Hihihi..

Momen yang paling menarik dari film ini sendiri menurut saya bukan ketika mata Indominus Rex meneror dari balik kaca markasnya, maupun saat doi kabur dari kandang. Bukan. Tapi ketika Chris Pratt muncul dan menjinakkan para raptor seolah hewan-hewan itu hanyalah semacam.. kelinci-kelinci imut.

Pratt, yang di sini adalah seorang dino whisperer bernama Owen Grady, menjadi ikon baru yang memaksa mata menengok padanya. Ini semacam kita terkena sihir mantra “eyes on me!” yang diucapkan Pratt pada para raptor penghuni Jurassic World (entah apa bedanya gue dengan raptor....)




Tapi, ini pendapat saya sebagai awam ya, saya enggak melihat film ini bisa menandingi pendahulunya. Entahlah, ada banyak sebab. Pertama, film ini kurang menegangkan. Saya enggak merasa terancam tuh dengan adanya si Indominus Rex. *sombong* *mentang-mentang ada Mas Pratt*

Kedua, karena Jurassic World cenderung lucu dan fun. Tidak seperti film sebelumnya yang lebih nyata dan menegangkan karena tokoh-tokoh lamanya pun “serius” macam ilmuwan.

Sebab lainnya, karena formula yang digunakan Treverrow mirip dengan racikan Spielberg. Latar belakang keluarga kedua tokoh, kakak-adik yang beda karakter, pertempuran antardino untuk penutup, adegan dino yang mengkocok-kocok si tokoh yang ada di dalam sebuah kendaraan (dulu pernah jeep, bus, pesawat), serta bagaimana si tokoh menahan nafas dan suara biar tidak teridentifikasi si dino (walau secara rasional ini enggak masuk akal hahahaha).

Tapi secara keseluruhan, saya suka film ini. Saya suka mendengarkan kembali minus one-nya yang megah dan petualangan banget itu, suka efek tergiring masuk ke Jurassic World, suka dengan romantisme jeep tua, dan suka Mas Owen Grady tentunya. Hahahaha..

Sunday, June 21, 2015

Andromax 4G LTE, Gadget Keren untuk Download dan Streaming

Oke judulnya emang saya banget: download dan streaming, hehe.. Dua itu adalah aktivitas hiburan kelar deadline dan transkrip narsum yang kadang bisa ngabisin setengah hari sendiri *cry*. Plus silaturahmi rutin ke online shop – online shop kesayangan, tentu saja.  Hoho..

Kayak misalnya semalam dan malam ini, nih. Saya udah nyiapin perlengkapan tempur berupa cemilan, kudapan khas Mandar bernama Katiri Mandi (bikinan guehhh dong yaaa..), dan air peresan jeruk lemon. Perut kenyang, hati pun girang. Tapi sebenernya, senjata utama buat dapet “hiburan malam” adalaaaah: SINYAL. Yes! Apalah aku tanpamu, nyal :(

Dan yang lagi jadi inceran saya adalaaah ponsel Andromax 4G LTE keluaran Smartfren. Hwangggg ini gadget keren pisan, euy. Sebenarnya sih udah punya Smartfren di kosan, tapi yang ini sungguh-sungguh menggoda iman. Ada lima ponsel baru Andromax 4G LTE, yakni Andromax R, Andromax Q, Andromax Qi, Andromax Ec, dan Andromax Es.


Dan sayaaaa bingung mau yang mana saking kelimanya sama-sama bikin ngiler. Jreng jreeeng... 

Biang keladi galau gadget kali ini adalah Blogger Gathering gelaran PT Smartfren Telecom, Ahad siang lalu di Tartine Fx Senayan. Saya dan temen-temen blogger dibikin mupeng  disuguhi sejumlah fitur yang nunjukin Andromax 4G LTE ini punya performa tangguh dan super cepat untuk jalan-jalan di Internet, apalagi untuk download dan streaming. #Go4Gready lah!

Andromax Blogger gathering

Fyi, semua perangkat Andromax 4G LTE ditenagai dengan prosesor Snapdragon 410 Quadcore 1.2 GHz dan dilengkapi Android OS 5 Lollipop, kecuali Andromax Q yang dilengkapi Cyanogen. Cyanogen itu sendiri punya fitur-fitur canggih, di antaranya untuk pengaturan tema yang mendalam, privacy guard, email premium, juga aplikasi kamera yang intuitif (baca: mantap banget buat selfie dan wefie).

Lalu apa yang membedakan satu Andromax 4G LTE dengan yang yang lainnya?

Ada beberapa. Misalnya, fitur Front LED Flash ada di Andromax seri R/E. Lalu  Front Camera 5 MP dengan wide angle *yeeeeey* ada di Andromax Ec dan Es. Adapun untuk audionya, hampir semua Andromax 4G LTE udah dilengkapi teknologi Dolby. Sedangkan Andromax Q menggunakan Audio FX, dan Andromax Ec memakai DTS.

Begitu pun tampilannya. Ponsel-ponsel Andromax 4G LTE terlihat elegan, tapi juga tangguh. Ini salah satunya karena Smartfren menggandeng perusahaan Jepang, Asahi Glass, untuk kerjasama. Lihat aja Andromax R yang layarnya dilapisi kaca Dragontrail. Adanya kaca itu membuat Andromax R lebih tahan banting, karena Dragontrail enam kali lipat lebih baik dibanding kaca biasa. Tak hanya itu, Dragontrail juga membikin lapisan kaca layar Andromax R tak gampang tergores dan retak.

Tapi jangan bayangin Dragontrail bikin Andromax R jadi tebal dan berat. Nooo... Andromax R yang layarnya 5 inchi ini tetap nyaman dan ringan digenggam. Ini saya buktikan sendiri saat memegang sekaligus menjajal performa Andromax R ini di ICS, Jakarta Convention Center, Ahad sore lalu.

#go4GReady
Pada penasaran nyobain kekeceannya Snartfren Andromax 4G LTE
lancar banget buat brwosing, cuy..
buat streaming nonton film juga mantap
Oke, oke. Fix. Kece memang *elus dada* *nahan mupeng*

Udah keren gitu ya, ternyata harga kelima ponsel Andromax 4G LTE terjangkau bangeet. Coba deh, Andromax R yang berbekal spek terbaik di kelasnya (kamera belakangnya 8 MP dan kamera depannya dong.. 5MP! Ditambah kaca Asahi Dragontrail jangan lupa) aja cuma dibanderol Rp 1.599.000 (termasuk PPn).

Asyiknya, dengan harga segitu aja kita dapat bonus kartu perdana Smartfren dengan gratisan (((GRATISAN))) data 8GB (2GB data + 6GB Midnight data), telepon 1000 menit ke sesama Smartfren, 10 menit off ke operator lain, 100 SMS, dan bonus VAS yang berlaku untuk 7 hari. Warnanya? Tenang, ada beberapa pilihan yang sama-sama terlihat mewah, yaitu hitam-emas, hitam-perak, dan putih-perak.

Sedangkan Andromax Q punya dua pilihan warna: biru tua serta putih, dan Andromax Qi punya dua alternatif warna: hitam dan putih. Harganya Rp 1.299.000 (termasuk PPn), termasuk kartu perdana Smartfren dengan gratisan yang sama dengan Andromax Q.

Begitu pun paket Andromax Ec dan ES seharga Rp 999.000 (termasuk PPn), juga dapat bonus kartu perdana Smartfren dan gratisan seperti “saudara-saudaranya”, Andromax R, Q, dan Qi. Buat yang kepengin Andromax Ec dan ES, masing-masing tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni putih, hitam, dan abu-abu.

Kalau kepengin tau lebih banyak soal gadget Andromax 4G LTE nan keren ini, cek aja ke mari. Jangan lupa salat istikharoh kalau masih bingung  pilih Andromax #go4Gready, yak. Hihi..

Wednesday, June 3, 2015

Tips Antistres Menjelang Nikah Ala Vitri - Bagian I

Okay, saya menulis ini karena sekadar butuh katarsis. Nggak cuma pusing oleh pekerjaan, tapi juga persiapan meritong, dan lainnya. Wahai calon pengantin, percayalah satu hal: kalau bisa nikah di KUA saja, maka lakukanlah. Wkwkwk

Saya pernah berharap merit di sebuah bukit (ada dong ya itu di Semarang, saya pernah ke sana tapi lupa nama tempatnya), dengan dekorasi serbaputih, bunga mawar pink dan baby breath di mana-mana, dan tamu yang datang enggak banyak. But the truth is, thats fucking impossible. Yeah.

Okay, kenyataannya, banyak yang harus diurus ketika kita tidak menggunakan jasa WO untuk mengurus ini. Intine OOD, opo-opo dewe. Beruntungnya saya sih ya, banyak banget orang di sekitar yang pada akhirnya mempermudah semua kebutuhan kewongan. Nggak cuma bikin tambah murah (ahem) tapi juga mengurangi beban pikiran.

Sebenarnya saya malas-malas pengin (halah padune ndeeees) untuk nulis soal persiapan kewong. Tapi berhubung tau ini bisa membantu capeng lain (ya kali lho yaaaa) dan mengurangi stres mereka, bismillah deh. *subhanallah ukhti Vitri* Toh dengan nulis begini di blog, kepanikan saya juga bisa berkurang ahahahahahahah

Jadi bok, apa aja yang harus dipersiapkan sebelum kewong?
Banyak dong, ya. Yang jelas, lo mesti punya calonnya. Ya cari lah siapa yang mau-maunya disebelahin sama kita di pelaminan yang ala-ala itu. 

Kedua, siapin tanggalnya. Well, saya angkat tangan kalau soal hitungan Jawa. Hiks. Waktu nikah saya itu diambil berdasarkan ketersediaan gedung. Jadi kalau kemarin ada yang bilang, "Huooo tanggalnya cantik!". Saya mah baru kepikiran aja, gitu. "Oh iyaaaaa...." (padahal dalem hati: gilingan, kece juga gueh kebetulan dapet angka seksih).

Ketiga, siapkan mental.
Ini penting, bos. Karena kita bakal dibenturkan pada banyak perbedaan pendapat, baik dengan calon cuami, keluarga, keluarga besan, bahkan keluarga besar.

Keempat, siapkan badan.
Ini yang paling menyebalkan! kamu akan merasa salah kostum kalau di nikahanmu enggak terlihat wow dan singset. Terima aja nasib untuk diet gila-gilaan kalau punya badan kayak teh kotak macem saya. Tapi nggak papa lah. Toh kalau kita kece siapa yang seneng?? Akun Instagram kita, kaaaan... Doi nggak bakal malu mampang foto kita yang keren dengan senyum lebar karena baju pengantin nempel bagus di badan :)))

Kelima, siapkan bala bantuan.
Gunanya untuk melancarkan pemenuhan kebutuhan semuuuuuanya. Termasuk dekorasi, MC, gedung, katering, perdietan, dll. More info kontak bio *oke jayus* info selanjutnya akan dibahas di artikel kedua yah..

Nengnangning gungggg...