Saturday, July 16, 2011

Review "Love Julinsee": Warna-Warni Cinta SMA


Hari ini saya akhirnya nonton film yang lumayan oke. Judulnya Love Julinsee (LJ), film Thai keluaran Maret lalu. Kalau sudah pernah nonton film Indonesia yang judulnya Love, atau film Hollywood yang judulnya Love Actually dan Valentine's Day, nah LJ ini sejenis sama tiga itu. Keempatnya sama-sama merangkum banyak cerita cinta dalam satu film.

Kalau kamu suka film yang mendalam dan banyak intrik, mungkin nggak akan terlalu suka. Tapi buat saya sih menarik karena jatuhnya nggak ngebosenin, hehehe.. Nah kalau Love Actually benang merahnya perayaan natal di London, benang merahnya LJ adalah konser tahunan di Thailand yang dimeriahkan band lokal, Paradox.

Saya bagi reviewnya berdasar empat cerita di dalam LJ ya..

1. Lampang is Very Cold (20 menit)

Film ini cowok banget, hehe.. soalnya nyeritain sekelompok geng cowok di sebuah SMA yang hobinya ngerumpiin cewek seksi di sekolah mereka. Salah satu cewek seksi yang dipantengin geng cowok adalah Bifon. Boat, salah satu cowok di geng itu, akhirnya nekat ngajak jalan Bifon. Keduanya pun kemudian sepakat kencan ke Lampang, sebuah daerah di Thailand yang sepi abis dan sepertinya enak dibuat pacaran, hehehe.

Nah Boat ini tipe cowok yang pikirannya ngereeeees banget. Dia sering senyum-senyum nggak jelas gitu (hedeeeh...) tiap ngelihatin Bifon yang seksi. Dasar Bifon, dikerjainlah itu si Boat. Sepanjang film, kita disuguhi adegan di dalam mobil antara Bifon dengan Boat yang lucu-lucu. Bayangin aja gimana si sensual Bifon sengaja "mancing-mancing" Boat yang mesum. So, apakah Bifon akhirnya mau pacaran dengan cowok seperti Boat yang pikirannya cuma seks?

2. Wait (15 menit)

Long distance relationship (LDR) is bullshit. Kesimpulan itu yang sepertinya ingin disampaikan film ini. "Wait" berkisah soal hubungan Bright dan Pla, yang sekolah di SMA yang sama. Bright adalah cowok superimut yang manis dan senyumnya bikin saya meleleh, hihihi.. Yah 11-12 sama Mario Maurer (Crazy Little Thing Called Love) lah.. hee.. Bright diceritakan naksir sama Pla, cewek yang jadi vokalis band SMA mereka. Karena sama-sama suka musik, keduanya pun sepakat pacaran.

Hubungan baru seumur jagung, Bright harus ninggalin Pla karena dia akan sekolah di luar negeri. Mau nggak mau, keduanya pun pacaran via Facebook (wakakakaka..). Pada awalnya Pla masih setia nunggu Bright. Sampai suatu hari, dia nggak sengaja lihat Bright kembali ke kota tempat tinggal mereka, tanpa memberi tahunya. Gilanya, Bright saat itu lagi bareng sama cewek lain. Jadi, mau dibawa ke mana hubungan mereka?

3. Love is Not Something to be Played With (20 menit)

Dari empat film di LJ, yang ini favorit saya. Hehehe.. selain karena cowoknya ganteng, endingnya juga manis banget. Khas film Thailand lah pokoknya (“,). Film ini menceritakan tentang sepasang kekasih, Ann dan Yo. Keduanya satu SMA, dan sama-sama ikut ekstra seni tari. Kalau Yo adalah tipe cowok yang cool dan agak pendiam, Ann adalah cewek bawel yang drama queen, wkwkwk

Disulut cemburu yang berlebihan terhadap sikap Yo yang baik ke juniornya, Ann pun berniat balas dendam. Ia jadi berubah menjengkelkan dan pura-pura punya selingkuhan. Hehehe.. Pada awalnya Yo masih tahan. Lama-lama dia nggak kuat juga. Dia pun nantangin Ann untuk putus aja. Ditawari putus, Ann jiper juga. Dia pun akhirnya sadar udah bersikap kekanak-kanakan. Berhasilkah Ann ngerayu Yo untuk baikan?

4. Beloved Friend (25 menit)

Film ini bercerita soal hubungan persahabatan Yok dan Eua yang udah terjalin lama. Hingga akhirnya Yok yang jatuh cinta pada Eua, ngajakin Eua ningkatin hubungan mereka jadi pacaran. Nggak disangka, tawaran Yok diiyakan Eua. Namanya juga sobatan jadi pacaran, hubungan keduanya agak aneh. Sikap Yok yang berlebihan dalam menunjukkan rasa sayangnya, beda 180 derajat dengan Eua yang lempeng-lempeng aja.

Yang ada, Eua malah risih karena Yok sering lebay saat mereka jalan bareng. Karena suatu salah paham, Eua menuding Yok cuma mempermainkan dia. Dan akhirnya, Yok pun diuji, seberapa bisa dia mempertahankan hubungannya dengan Eua.

Overall, film ini keren. Lumayan bisa mewakili warna-warni love story ala ababil lah, hee.. Saya paling suka yang judulnya Love is Not Something to be Played With karena ceritanya sedikit dewasa, dan karakter cowok di film itu agak mirip tipe saya. Hehe.. anyway, kalau nonton film ini, sila "terbang" kembali ke jaman SMA dan pilih sendiri cerita mana yang paling mirip dengan cerita kamu dulu :)

No comments:

Post a Comment