Sunday, September 25, 2011

"Dirty Talk" Which Not That Dirty

Beberapa hari setelah konser LP, saya, Novi, dan Nindy, masih saja ada dalam euforia reuni masa muda #eaaaa.. Si Novi mah masih agak mendingan. Dia cuma sedikit meracau dan ngelindur soal Chester. Tapi saya dan Nindy agak parah. Lewat whatsapp, saya dan dia bersaing menjadi yang "terimajinatif"! Hehehe..

Fyi, Nindy adalah satu dari segelintir sahabat perempuan yang bisa diajak ngomong jorok gila-gilaan. Hehehe.. Dan kegilaan kami makin menjadi saat kelar nonton konser. Ini sebagian yang kami omongin 22 September lalu. Yang lain ga ditampilkan karena harus dilabeli "Parental Advisory", hehe..

Vitri: Aku tepar, Ndy.. Migren banget, ki.
Nindy: Aku juga. Coba kalau sama Rob. Pasti tepar karena kenikmatan. Hihi..
Vitri: Aku juga pengen diteparin Brad. Hihi
Nindy: Kakinya putih ya ternyata.
Vitri: Aku malah kepikiran tangannya.. Membayangkan tangan itu di tempat selain gitar.. Hahaha
Nindy: Apa tengah kaki? Hahaha
Vitri: Hahaha.. Semalam mereka tidur sama siapa ya?
Nindy: Sama aku, Vit. Makanya aku kecapen. Lha aku ini radang karena nelen apa, coba?
Vitri: "Stik drum"-nya Rob ya? Hahaha

--- censored---

Buset dah.. Kalau saya sama Nindy dah mulai ngelantur, pasti imajinasi kami jadi liar tak terkendali. Tapi itulah kenapa saya bisa klop sahabatan sama dia sejak SMA. Otaknya sama, hehehe.. Kami nggak merasa risih sama sekali ngomongin begituan.

Begitu tuh kelakuan si N. Fotonya blur karena saya njepretnya sambil ngakak, hehe
Ada sih, beberapa sahabat perempuan yang bisa diajak ngomong gituan. Tapi saya jarang kontakan dengan mereka sekarang. Hehe.. Saya tahu, bagi beberapa orang, yang saya dan Nindy bicarakan itu terdengar tabu, jorok, atau mungkin stensil :p

Tapi memang omongan yang seperti itu yang membuat kami "menjadi kami". Saya jadi ingat, di setiap lingkungan kelas, kampus, organisasi intra kampus, teman main, atau kantor, adaaaa aja yang bisa jadi partner buat ngomong hal yang dudul kayak gitu.

C, V, n N. Kalo udah kumpul pasti ujung2nya konferensi mesum tingkat tinggi, hehe

Mungkin itu sebabnya untuk beberapa hal saya lebih nyaman berteman dengan laki-laki. Mereka nggak akan risih membicarakan stensilan macam itu. Ya mungkin sebenarnya banyak cewek yang juga terbuka ngomongin hal begini. Tapi mereka hanya menceritakan itu di lingkaran dalam mereka saja.

Saya pun juga nggak bisa sembarangan cerita hal-hal seperti itu ke orang. Cuma sama orang tertentu saya bisa terbuka dan parah-parahan mesum. Hehe..

Saya jadi ingat teman sekantor saya, Dika. Dia kayaknya agak shock ada cewek semesum saya. Hehe.. Dia bahkan bilang saya teman dia yang paling nggak punya malu. Hahaha.. Yah namanya juga nggak punya malu, saya cuek aja dia bilang begitu. Lagian saya cerita ke dia kan karena memang saya nyaman dan percaya sama dia.

Dika n Pepski in action
Kurang mesum apa coba ini mukanya

Cuek amat lah saya cerita ke dia soal bagaimana seksinya Brad Delson, dan bagaimana tangan Brad mampu membuat saya kebayang yang aneh-aneh.. Parahnya, Dika pun bales ocehan saya dengan lebih mesum lagi. Wkwkwk

Saya ingat, Dika sempat bilang gini. "Sebenernya respon cewek ke cowok, dan respon cowok ke cewek itu sama aja. Cewek pun sebenernya suka ngelihat badan cowok yang six pack, atau kayak kamu yang suka lengan cowok," kata Dika.

Soal ini saya sependapat. Tumben dia pinter, hahaha.. Kadang saya capek melihat seringnya tubuh perempuan disalahkan, sementara si pemilik penis merasa mereka tidak salah karena tubuh perempuanlah yang menggoda lebih dulu.

Lihatlah betapa seksi tangannya Kang Brad.. hehehe

No comments:

Post a Comment