Thursday, September 1, 2011

When You Love Someone But It Goes to Waste..


Hei kawan apalah gunanya engkau sedih begitu
Kau tak tahu dari dulu ia slalu menunggu
Tak sadarkah kau bila ia sangat menginginkanmu
Slalu ada disisimu hingga kau pun berlalu
Pikirkanlah kawanku
Jangan kau buang waktu


Jangan kau pernah tanya siapa yang patut kau cintai
Karna kau takkan pungkiri
Semua ingin kau miliki
Tak sadarkah kau bila ia sangat mencintaimu
Slalu ada disampingmu
Hingga kau pun berlalu


Kini ia tiada dan engkau pun merana
Sesal tiada artinya
Hancurlah hatimu
Musnah tinggal debu
Engkau pun tiada berdaya...

[Naif - Musnah Tinggal Debu]

Lagunya Naif ini saya dedikasiin buat teman saya, Rasty -bukan nama sebenarnya. Kenapa? Karena setelah teman saya yang lain, Bimo, curhat ke saya, saya jadi merasa Rasty selama ini sudah terlalu jahat pada Bimo. Saya bukannya belain Bimo. Tapi karena saya tahu hubungan keduanya, maka saya bisa bilang begitu.

Bimo naksir Rasty sudah sejak empat tahun lalu. Bukan waktu yang sebentar, untuk sebuah upaya menaklukkan hati seseorang. Selama itulah Bimo nggak berhenti mengambil hati Rasty. Segala usaha dia coba lakukan. Saya tahu sendiri, Bimo selalu setia mendengarkan Rasty saat curhat soal Eko, pacar Rasty.

Ya, Rasty memang nggak single. Bimo tahu hal itu, namun dia tetap nggak bisa suka sama cewek lain. So itulah yang terjadi. Bimo hanya bisa berusaha menjadi teman yang baik bagi Rasty. Dia selalu menuruti apa yang Rasty minta. Dia belikan Rasty apa saja yang sedang diinginkan teman saya itu. Sampai suatu hari, Rasty putus dari Eko.

Saya dan kawan lainnya semula menebak, Rasty pada akhirnya akan luluh pada Bimo. Dia akan menganggap Bimo tak sekadar teman baik, tapi pacar. Sampai akhirnya saya lulus dan kerja di Jakarta, saya nggak tahu perkembangan hubungan mereka. Saya cuma tahu, Bimo masih saja mengejar-ngejar Rasty. So kesimpulannya, Rasty belum juga jadian sama Bimo.

Sampai beberapa hari lalu, Bimo curhat pada saya. Dia bilang, hatinya hancur. Rasty sebentar lagi akan menikah dengan orang lain [kata Rasty pada Bimo, calon suaminya dari kalangan orang kaya. | saya: kenapa sih harus ngomong kayak gitu, Ras? Nggak banget, tau..].

Dan yang membuat Bimo sedih, Rasty sebelum ini sempat seperti memberinya harapan. Itulah yang membuat Bimo setahun terakhir rela beberapa kali menempuh ratusan kilometer demi menemui Rasty. Itulah yang membuat Bimo selama ini tidak membuka hati untuk perempuan lain. Tapi nyatanya, via situs jejaring sosial, Rasty membunuh harapan Bimo.

Sebagai teman, saya nggak tahu harus menghibur Bimo seperti apa. Saya cuma bisa bilang, "Coba ikhlas, Bim. Karena cuma cara itu yang akan mengobati rasa sakit kamu."

Yah, saya tahu Bimo kasihan karena cinta empat tahunnya nggak terbalas. Tapi mau gimana lagi. Bukannya memang saat kita jatuh cinta, kita juga harus siap untuk terluka? Saya jadi ingat lagunya Coldplay yang judulnya Fix You..

"When you love someone but it goes to waste.. Could it be worse?"

No comments:

Post a Comment