Monday, October 31, 2011

Ikan Bakar dan Makaroni Panggang dari Pak Menteri

Ada fashion show juga nih di Kumham

Saya hari ini liputan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Mas Sukma, redaktur saya, meminta saya ke sini untuk tanya ke Menteri dan Wakil Menteri Kumham soal moratorium pembebasan bersyarat terpidana kasus korupsi dan terorisme.

Undangan yang saya terima sih hanya menyebut acara ini sebagai Upacara Bhakti Dharma Dhika. Which is dalam bayangan saya, setelah upacara, para PNS Kemenkumham akan masuk ke ruang kerja masing-masing dan mulai bertugas. That's all.

Saat saya datang pukul 08.15, memang ada upacaranya. Nggak seperti umumnya upacara, di sini ada marching band dari Akademi Imigrasi, dan ratusan kardus putih berisi makan pagi. Hmmm.. Untuk apa pula ya disediakan kardus makanan?

Saya lalu bertemu dengan Pak Goncang, humas Kemenkumham. Dia bilang, habis ini bakal ada acara lagi. "Syukuran Mbak," kata dia. Hah? Apa? Syukuran?

Saya pun akhirnya berjalan masuk ke Kementerian, dan menemukan ruang utama Gedung Pangayoman sudah didekorasi sedemikian rupa. Meja-kursi disiapkan, makanan sepertinya juga. Sebuah layar lebar juga dipasang di depan.

Mari kita lihat makanannya. Untuk tamu biasa, termasuk wartawan, disediakan ikan bakar, makaroni panggang, cap cay, ayam bakar, semur daging, dan puding. Saya nggak tahu menu untuk tamu VIP dan VVIP seperti Melly Goeslow dan Titiek Puspa seperti apa. Yang jelas makanan dibedakan per "kelas".

Errrrr.. Saya jadi de javu. Kegiatan macam ini sih sering terjadi saat Kumham dipimpin Pak Patrialis Akbar. Saat Pak Patrick jadi menteri, kayaknya hampir setiap 2 minggu adaaaa aja acara di Kumham. Pelantikan ini lah, peringatan hari itu lah..

Tapi kan pada hari pertama Pak Amir Syamsuddin menjabat menteri, dia bilang akan menerapkan nilai-nilai kesederhanaan di Kumham. Dia bilang acara-acara yang memboroskan biaya akan dikurangi. Jadi? Kenapa sekarang acaranya saja semewah ini?

Saya jadi ragu apakah yang dia ucapkan kemarin itu, janji-janjinya soal pemberangusan korupsi itu, benar keluar dari hatinya, atau sekadar lip service, layaknya pejabat yang baru dilantik. Kalau untuk janji yang kecil saja dia ingkari, bagaimana dengan yang besar?

No comments:

Post a Comment