Saturday, March 16, 2013

Gandengan Tangan


Tiga hari ini saya dan dia terus bertukar cerita. Tidak lagi siapa bertanya ke siapa, tapi bercerita tanpa diminta. Seperti saat bertemu kawan lama dan tiba-tiba saja kamu merasa punya banyak hal untuk diceritakan. Tanpa diminta. Obrolan demi obrolan, sampai pada satu ketika kami bicara soal berpegangan tangan.

"Saya memang pernah menggandeng tangannya saat berjalan," kata dia, tentang si mbak baik hati yang sangat menyayanginya (entah sekarang masih sayang atau tidak).
"Oh ya? Kok bisa? Waktu itu kamu naksir dia atau gimana?" tanya saya, mencoba biasa (padahal dalam hati: "What? Lo ngapain kayak gitu??").
"Nggak naksir. Tapi lagi nyeberang itu kayaknya. Dan karena dia lagi jalan sama saya, ya saya anggap saya harus lindungi dia. Itu aja, Isvit."
"Pantas aja dia menganggap kamu lebih."
"Apa yang salah dengan menggandeng tangan dia?"
"Nggak ada yang salah. Tapi nggak benar juga."
"Saya kan menganggap dia teman saya."
"Saya dan Dika sahabat dekat banget, tapi saya nggak pernah pegang tangannya saat jalan."
"Masa sih?" tanya dia. Ekspresinya heran.
"Bahkan saya lupa apa kamu pernah pegang tangan saya."
"Saya pegang tangan kamu."
"Kapan?"
"Saat di Kota. Saya selalu pegang tangan kamu..."

Saya berusaha keras mengingatnya. Hehehehe.. Ternyata iya. Satu ingatan itu lalu membuat saya mengingat gandengan tangan kami lainnya. Di mall, di motor (well, dia bahkan sampai bawa motor dengan satu tangan. Ihik), di jalanan, di kos saya, di kosnya, di sana, di sini, di situ, di mana-mana. Saya akhirnya ingat, dan mulai tersenyum.

Tapi...

Saya jadi merasa satu hal. Jika dia bisa menggandeng perempuan lain yang tidak dia sayang (dengan alasan apapun), lalu apa spesialnya gandengan tangannya dengan saya yang pacarnya?

Dia sepertinya menangkap raut wajah saya yang berubah. "Kenapa kamu?" tanyanya.
"Gandengan tangan itu bukan hal yang sederhana, sayang.. Saya jadi tidak bisa menyalahkan mbak itu kalau dia jadi GR sama kamu."
"Oh gitu ya? Beneran saya nggak tahu kalau efek gandengan tangan aja bisa seperti itu bagi cewek."
"Iya lah. Saya akan merasa aneh jika bergandengan tangan dengan lelaki yang bukan pacar saya."

Saya sebenarnya masih ingin terus melanjutkan obrolan soal ini. Tapi batal. Dia keburu merayu dengan senyum dan gayanya yang khas. Udah yaaaaa.. Sini saya peluk kamu..



2 comments:

  1. Nonton Hitch deh.

    Selayaknya 3 cara meletakkan tangan saat berdampingan dengan cewe menentukan kesopanan laki-laki (tangan di bahu = sahabat, di lekuk punggung namun tdk sampai pinggang = gentleman, di pinggang sedikit ke bawah = scumbag), begitu juga dengan bergandengan, menurut saya.

    Genggam tangannya = spesial, pegang pergelangan tangan = sahabat, pegang siku = kamu butuh perlindungannya. Atau yah kalau cowo, barangkali udah aki-aki aja.

    Hikmah cerita ini: santai saja. Layaknya cincin, kadang gandengan tangan ngga ada artinya apa2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaaah jadi pengin nonton Hitch. Ada DVD nya tapi gak bisa disetel bwahahaha.. Yes aku setuju banget. Gestur itu ada maknanya, suka ga suka, nyangkal atau gak.

      Delete