Sunday, April 7, 2013

Menyesal Jatuh Cinta

Seorang sahabat menangis beberapa waktu lalu. Dia menyesali keputusannya jatuh cinta pada seorang lelaki yang ternyata telah beristri. Kata dia, "Kalau aku tahu dia udah punya istri, mungkin aku nggak akan jatuh cinta," ujarnya.

Mendengar itu, saya lalu ingat obrolan saya dengan sahabat yang lain, soal bisa atau tidaknya seseorang "menunda" atau "membatalkan" hatinya untuk jatuh cinta. Dan jawabannya adalah tidak bisa.

Jatuh cinta itu, kata Ipung sepupu saya, adalah soal izin. Bagaimana hatimu memberi izin untuk menyukai orang lain. Bagaimana hatimu memilih untuk mempertaruhkan risiko jatuh ataupun sakit karenanya.

Maka ketika izin dari hati sudah keluar, bagian dari diri lainnya kerap tak berfungsi dengan baik. Termasuk pikiran atau rasio, yang kerap lumpuh karena dinegosiasi oleh hati untuk mengalah.

Sayangnya, izin dari hati kerap keluar dengan semena-mena. Serta-merta. Hati tidak lebih dulu mengecek apakah hati yang lain juga merasakan hal yang sama ataukah tidak. Hati tidak lebih dulu memastikan apakah hati yang lain sudah ada penghuninya ataukah tidak.

Jadi, jatuh cintalah saja. Semau kita, kapan saja, dengan siapa.
Jatuh cintalah saja, dengan segala risikonya.


-- to my lovely mate, N --

4 comments:

  1. sepakat sama kalimat terakhirmu.

    orang jaman sekarang suka sekali bikin jatuh cinta jadi drama. mungkin pengaruh sinetron, telenovela, dan film hollywood ya. jatuh cinta ya jatuh cinta aja. kalau bertepuk sebelah tangan atau sudah beristri kan bukan berarti ga boleh jatuh cinta. selanjutnya ya tinggal urusan kita maintain perasaan kan, mau dimanjain hatinya untuk menye-menye terus atau mau sakit-sakit move on supaya bisa bersenang senang. time heals, but it'll need our effort ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Ka. Ya udah sih ya, kalau suka ya suka aja. Ngapain juga mikirin enggak enaknya. Semua hal mah pasti ada risikonya. Kalau mikirin risiko terus, kapan enaknya. Eaaaa

      Delete
  2. Maksudnya yang udah merit jatuh cinta sama orang yang bukan pasangannya? Hohoho.. Hayo loh..

    ReplyDelete