Monday, October 28, 2013

Balada Bongkar-Muat Baju

Semalam melelahkan. Saya harus bertarung dengan nafsu dan masa lalu dalam menjalankan misi mulia: membersihkan lemari pakaian! Ugh, sungguh ini bukan perkara mudah buat saya. Frankly I said, baju saya sampai lebih dari seratus. Dan itu tak cukup di satu lemari saja. So, dibantu teman sekos saya, Nindy, dan Dian yang menyusul belakangan, saya pun berjuang membereskan baju-baju itu. *singsingkan lengan baju*

1. Buka cabang di mana-mana
Kata siapa anak kos bajunya sedikit? Hohoho... Dulu, 2010 lalu, saya ke Jakarta hanya berbekal satu koper dan satu ransel. Tapi sekarang? Hmm.. Ada kali 15 koper, hahahaha.. Jadiii, saking banyaknya itu baju, lemari utama sampai enggak punya ruang. Tumpukan bajunya pol sampai langit-langit rak. Dan ada tiga rak, yang masing-masing raknya ada dua tumpukan baju. Lalu ada lagi lemari berisi jaket, cardigan, blazer. Ada lagi lemari plastik lima susun yang masing-masing berisi pakaian dalam; kerudung; pashmina dan syal; baju tidur, serta baju. Sudah itu saja? Tentu tidak. Ada lagi satu plastik besar (tiga bayi muat di dalamnya) berisi baju yang belum disetrika laundry. Sudah? Belum, masih belum. Ada juga satu keranjang penuh pakaian yang belum tercuci. Hmffffffffffftttt

Iya Snape iya, bajuku berlebihan. Hiks
2. Hah, baju kecil ini punya kamu?
Sedih kakak, sedih, saat mengeluarkan baju-baju lama dari lemari, menemukan banyak kaos dan dress berukuran M alias mungil. Si Nindy aja enggak percaya baju-baju kecil itu pernah muat di saya. "Sumpe lo, Viiiiiit.. Ini kecil banget!" katanya, seolah melihat ada gajah gede dikasih makan Chiki.

3. Dress itu belum pernah kupakai, dong..
Yak, ternyata ada beberapa dress yang sampai sekarang belum saya pakai. Pertanyaan pertama dari Nindy: kok bisa belum dipakai? Yah, jangankan lupa punya baju itu, saya bahkan lupa kenapa baju seaneh itu dulu pernah saya beli. Ya begitulah, saya kadang impulsif beli barang lucu dan aneh (yes kata sahabat-sahabat saya, saya ini orang yang superpede in the sky, pake baju yang "enggak ngumumi"). Akhirnya, karena baju lucu itu tak lagi terlihat lucu, saya tarik dia dari tempat pewenya di lemari. Maaf baju! Anda harus keluar malam ini! *ala host Indonesian Idol*

4.Mental dedel
Nah kalau ini, mental yang ada di pikiran saya dan Nindy banget. Bawaan orok kali, ya. Kami ini kalau lihat baju lucu, tapi punya cacat (misal aksen rendanya enggak bagus, kancingnya jelek, atau apalah), enggak pernah banyak protes. "Dibeli dulu, entar kan bisa didedel (dibongkar) trus kita dondomi (bukan kondomi atau sodomi, ya. Tapi dondomi alias jahit).." kata Nindy. Dan itu berlaku buat banyak maxi dress saya. Dress-dress panjang yang sudah membosankan tapi sayang dibuang itu sudah saya rencanakan akan saya potong sedengkul. Kami juga punya daster yang beli Rp 18 ribu di Blok M Square, yang sesegera mungkin masuk daftar pendedelan demi disulap menjadi flowery dress yang manis. Bangga tauk, kalau baju yang dibilang orang "Ih lucuuuuu..." harganya Rp 18 ribu hahahahaha..

Kak Pitli udah punya baju kayak aku, belooom?
5. Iya sih udah jelek, tapi masih suka.. Huhu
Melepas dan ikhlas memang berat ya, bok. Hihi.. Ini bukan curhat loh, tapi terjadi semalam. Rasanya sedih saat mesti merelakan banyak baju yang dulu pernah saya pakai untuk kencan dengan si A atau B, keluar dari lemari, dan bakal pindah tuan. Tapi ya udah sih, mesti ikhlas kaaan. Ngapain gitu kan disimpan lama-lama, dipertahankan, kalau sebenarnya ada orang lain yang lebih membutuhkan. Toh ya saya punya baju lain yang oke. Toh kan orang lain ada yang senang kalau dapat baju itu (Ya kalik, senang. Kalau malah komen "Kampret si Vitri, baju buluk gini mestinya jadi pel, bukannya dikasihin ke orang!" gimana dong...)

6. Lebih baik dari target
So, target saya semula adalah mengeluarkan 20 potong baju dari lemari. Tapi ternyata? Saya berhasil mengeluarkan 40 potong! Yey! Kebanyakan yang saya singkirkan adalah  baju-baju sopan dan kaos yang lama udah enggak saya pakai (artikan sendiri deh, apa maksudnya baju sopan hihihi..). Coba deh kalau 40 baju itu saya jual goceng per buahnya. Dapet Rp 200 ribu, booook.. Lumayan buat tiket nonton panda di River Safari, kan! Tapi enggak lah, kalau dijual. Enggak ada yang mau beli juga ahahahaha

Baju buat dikasihin ke orang :)

Itu tempat yang lowong kayaknya minta diisi lagi deh. Ehehehehe
7. Lemari lapang, hati senang
And finally kelar juga beberesnya. Ada kali ya, 3 jam hanya buat bongkar-muat barang. Capek, tapi bahagia lihat lemari saya ada tempat lowong lagi. Maksudnyaaa, besok-besok ada tempat buat beli baju baru lagi, gitu. Hihihihi.. Becanda.

Salam dedel!

"Selamat ya Vit, akhirnya kamu sukses bersihin lemari. Kami bangga padamu.."

4 comments:

  1. Buahahahahaha!!

    Turun dari kamarmu aku terinspirasi: 1. Memilah; 2. Membuang; 3. Mendedel; 4. Merapikan ulang lemari.

    Kenyataan: tidur pules. Capek yah beberes lemari kakaaaak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menjual juga gak, boooook.. Hahahahaha

      Delete
  2. baju kayak penguin itu unyu ya; kamu cocoknya pake yg beruang coklat, biar bisa foto-foto trus dijadiin sticker BBM :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya eike kayak Brown gitu Pak'e? Hihihihi.. Terbayang sih :p

      Delete