Thursday, December 26, 2013

Review Pesto Autentico: Godaan Sajian Italiano


Menyebut Italia, tidak bisa tidak kita bakal teringat pada sederet kuliner populer negara Eropa selatan tersebut. Sebut saja pizza, spaghetti, risotto, lasagna, gelato, pasta, juga ravioli. Makanan tersebut tak hanya berpenampilan sama rupawannya dengan wajah para pesepak bola Serie A, tapi juga punya cita rasa khas.

Saking tergodanya pada kuliner Italia, penulis asal Amerika Serikat, Elizabeth Gilbert dalam buku Eat, Pray, Love bahkan menjadikan negara tersebut sebagai tempat memanjakan perut. Bagi Liz, Italia adalah representasi surga kuliner yang kaya menu lezat. Di negara itu, masakan bukan sekadar pelepas lapar. Masakan bagi warga Italia adalah cara mereka menikmati hidup.

Tradisi itulah yang coba diusung Pesto Autentico, restoran yang berlokasi di ANZ Square Thamrin, Jakarta Pusat.  Menurut Public Relation Pesto Autentico, Prita Gero, seluruh menu yang tersedia di restoran ini 100 persen diadopsi dari Italia. Itulah mengapa ada embel-embel autentico alias otentik pada nama restoran tersebut. "Apa yang disajikan Pesto, diusahakan persis dengan bikinan chef di Italia," ujarnya.

Jangan heran kalau sebagian besar makanan dan minuman yang ada dalam daftar menu kurang familiar bagi kita. Spaghetti bolognaise yang ternama misalnya, malah tak ada dalam daftar. Sebagai gantinya ada nama-nama anyar seperti Insalata Caprese, Anelli di Cipolla, Fritto Misto, juga Gnocchi Alla Sorrentina. Namun jangan khawatir bingung dengan nama-nama asing itu, karena para pelayan Pesto yang ramah dengan senang hati menjelaskannya untuk Anda.

Sesuai saran Prita, sore itu kami memesan Insalata Caprese, Bruschetta Mista Alla Pesto Autentico, Pizza Quattro Formaggi, Gnocchi Alla Sorrentina, dan Pizza Bolognaise. Resep menu-menu tersebut adalah warisan chef Italiano, Mikko Mastrogiacomo. Sempat bertugas sebentar di Pesto, Mastrogiacomo balik ke negaranya, dan bakal digantikan koki asal Italia lain per Februari tahun depan.

Sebagai pembuka, rasa Insalata Caprese cukup nendang. Teknik penyajian salad ini dibikin sedemikian rupa sehingga mirip warna bendera Italia, hijau-putih-merah: hijau dari saus Pesto, putih dari keju mozarella, dan merah dari irisan tomat. Di sekelilingnya bertabur butiran kecil caprese, cipratan olive oil, balsamic oil, dan daun basil. Jangan memakannya satu per satu, karena akan terasa aneh. Sejak awal Prita sudah mewanti-wanti kami untuk melahap 'bendera Italia' itu secara bersamaan, dicocol saus dan caprese, tentunya.

Seperti tampilannya, rasa menu ini terbilang unik. Caprese yang kecut, tomat yang asam sekaligus manis, harmonis dengan keju mozarella padat. Kombinasi bahan-bahan itu menghadirkan sensasi segar sekaligus creamy di mulut. Namun jika ogah terlalu kenyang, Anda bisa saja tak memesan menu pembuka. Sebab Pesto memberi cemilan gratis untuk pengunjung, berupa dua lembar roti dan empat dobol, disertai tiga pilihan saus, yakni balsamik, mix herb and olive oil, serta mentega bawang.

Insalata Caprese
Bruschetta Mista Alla Pesto Autentico
Roti ini gratis
Meski hidangan pembuka Pesto membuat ketagihan, Anda sebaiknya menyiapkan cukup ruang di perut untuk menu utama. Apalagi dua jenis pizza yang kami pesan berukuran jumbo. Dari dua menu pizza, Quattro Formaggi dan Bolognaise, yang kedualah juaranya. Quattro Formaggi memang cantik dan mirip matahari karena berwarna kuning cerah. Namun soal rasa, Pizza Bolognaise lebih unggul dari Quattro Formagi, meski sama-sama nikmat.

Supervisor Pesto, Aditya Nusantara, menjelaskan, topping Pizza Quattro Formaggi terdiri atas empat jenis keju Italia, yakni parmesan, mozzarella, fontina, dan pecorina romano, yang dicampur jadi satu. Bagi pecinta keju, menu ini memang menyenangkan. Campuran empat macam keju itu membuat pizza dikuasai rasa asin dan gurih.  Tapi jika Anda kurang suka sensasi asin keju , masih banyak alternatif yang bisa dipilih.

Pizza Bolognaise
Pizza kejuuu
Saat menikmati pizza Pesto, saya tak menambahkan saus sambal maupun bubuk lada. Hal itu saya lakukan demi mendapati rasa sesungguhnya racikan para koki Pesto. Ternyata, menikmati pizza Pesto secara polosan pun enak. Roti pada pizza Pesto sangat tipis dan garing. Bagian pinggirannya juga dibikin mengembang sehingga renyah saat dimakan. Saking tipisnya pizza Pesto, Anda bisa memakannya dengan terlebih dulu menggulung lembaran roti tersebut, seperti dilakukan para Italiano di negaranya.

Topping-nya sendiri malah lebih tebal dari rotinya, beda dengan pizza ala Amerika yang sering kita temui di Indonesia. Rasa asin dari padanan keju mozarella dan permesan dengan tomat dalam Pizza Bolognaise juga sangat kuat. Pas dikombinasikan dengan daging bolognaise yang agak pedas. Cita rasa yang tajam baik dari topping maupun masakan lain resto itu terilhami dari daerah asal Chef Mastrogiacomo di bagian selatan Italia.

Kelar menyantap pizza, kami mencicipi Gnocchi Alla Sorrentina yang tampilannya mirip lasagna. Salah satu menu andalan koki Pesto ini terdiri atas olahan kentang, saus tomat, dan keju permesan. Saya langsung jatuh cinta pada menu ini dalam sendokan pertama. Gnocchi Alla Sorrentina sangat lembut dan seolah meleleh di mulut. Kentang panggangnya kenyal namun tak susah dikunyah, klop dijodohkan dengan saus tomat dan permesan yang kecut tapi agak pedas.

Gnocchi Alla Sorrentina
Untuk menetralisasi kuatnya rasa asin dari keju dan saus tomat, Karrebea tepat dipilih sebagai minuman. Presentasi minuman ini sangat ceria, karena memadukan cacahan buah-buahan segar seperti kiwi, lemon, daun mint, tumbukan stroberi, daun mint, dan jus apel. Jangan tanya rasanya, sudah pasti segar di tenggorokan dan ampuh sebagai pembilas.

Karrebea
Smoothies yang enak bangeeeeet
Pesto punya varian sajian yang luas mulai dari appetizer, salad, sup, ravioli, gnocchi, risotto, grill, pasta, dan pizza, yang semuanya bikinan sendiri. Jika Anda datang bersama keluarga, banyak menu besar yang bisa dinikmati bersama. Salah satunya Bistecca Alla Fiorentina, steak gemuk yang bisa disantap empat orang. Steak seberat 1 kilogram itu dimasak dengan kematangan medium, dan disajikan dengan potato wedges berbalutkan saus balsamic yang manis. “Di Italia, tradisi makan sekeluarga sangat kuat. Tradisi itu kami adopsi dengan menghadirkan sharing menu,” ujar Prita.

Restoran yang buka pukul 11.00 hingga 23.00 ini mengangkat suasana romantic vintage yang cozy untuk desain interiornya. Penggunaan dekorasi berbahan kayu dan logam yang dibiarkan mentah tanpa polesan, menghadirkan kesan elegan industrial yang kental. Cocok untuk tempat Anda berkencan dengan kekasih, sekaligus ngobrol hangat dengan keluarga maupun teman segeng. Harganya sedikit mahal, per orang kira-kira mengeluarkan Rp 100 ribu sekali makan. Namun untuk pengalaman menikmati kuliner Italia yang otentik, kenapa tidak?



*Sudah dimuat di Koran Tempo Minggu

No comments:

Post a Comment