Thursday, March 20, 2014

Awan-awan

Rasa marah, kecewa, luka, bisa menguap. Mungkin sisanya masih menempel di atap dan dinding ruang. Berupa lembab. Yang kadang membuat nafas tak bisa lega. Tapi menguap. Menjadi maaf yang sederhana. Yang tidak butuh bunga, kata-kata, hadiah, atau baju baju mahal. Selesai dengan mata, yang bilang selalu ada cinta. Juga dengan pelukan, yang menyimpan makna memaafkan. Karena bukan cuma layang-layang yang suka tetap digenggam saat ia menari di awan awan.

Untuk jeng POSP :))

No comments:

Post a Comment