Saturday, May 24, 2014

Review X-Men Days of Future Past: Because Past is Tense and Future (isn't always) Perfect


Judul saya pelintir dari kalimatnya Zadie Smith: The past is always tense, the future perfect. Buat saya, jalin cerita X-Men Days of Future Past adalah antitesis kalimat Smith. Tapi itu bukan berarti buruk. X-Men Days of Future Past (berikutnya hanya saya sebut X-Men) bisa bikin saya yang pengantuk ini bebas menguap. Nilainya 9 lah.

Saya menonton film ini bukan hanya karena saya suka film superhero. Tapi juga karena bujukan review-review "katanya keren loooh", plus ada Michael F-ass-bender di dalamnya. Holyshit, penonton macam apa saya ini ya. Sedangkan pacar semangat nonton karena doi memang penggemar film superhero (Car, udahlah Car. Yang penting kan kamu superheroku.. Hoekk..)

Fassbender: adek-adek, kalau ini berapa hayo.. | cepuluuuh
X-Men yang diramu sutradara Bryan Singer bikin tegang sejak awal hingga akhir. Kalau cahaya lampu ruang bioskop dinyalakan, mungkin binar-binar antusias di mata saya akan terlihat. Halah. Adapun secara keseluruhan film ini semacam taman ria. Bikin bahagia, seru, lucu, walau tidak ada kejutan sama sekali.

Singer emoh bertele-tele. Sejak awal dia langsung menyuguhkan adegan bak-bik-buk antara para mutant dengan Sentinels. Apa itu Sentinels? Itu lho, sentinel negatif. Dih jayus. Sentinels adalah robot raksasa yang didesain untuk mendeteksi keberadaan mutan, sekaligus menghancurkannya.

Lalu mengapa Sentinels begitu sakti dan tidak terkalahkan walau dikeroyok banyak mutan sekaligus? Karena Sentinels diciptakan dari penelitian yang mengambil sampel DNA mutan bernama Mystique (Jennifer Lawrence). Dengan demikian, Sentinels mampu mengetahui kelemahan mutan, untuk kemudian mengalahkannya.

Syahdan, mutan Shadowcat/Kitty Pryde (Ellen Page) diminta mengirim jiwa Wolverine alias Logan (Hugh Jackman) ke tahun 1970-an. Adalah Charles Xavier/Professor X (Patrick Stewart) dan Erik/Magneto (Ian McKellen) yang menyuruh Wolverine kembali ke masa lalu (bro, enggak move on lo, bro..).

Misi Wolverine adalah mencegah Mystique membunuh pencipta Sentinels, ilmuwan Boliver Trask. Sebab, kematian Boliver di masa lalu akibat ditembak Mystique, malah menyebabkan pemerintah Amerika Serikat mendanai penuh pengadaan Sentinels.

Untuk memenuhi misi itu, Wolverine mesti kerjasama dengan Professor X muda (yei yei yei James McAvoy) dan Magneto muda (ehm, uhuk, Michael Fassbender). Tentu tak mudah bagi Wolverine meyakinkan keduanya bahwa ia adalah utusan dari masa depan. Lebih tak mudah lagi karena ada sejarah perang dingin antara Professor X dan Magneto yang konon disebabkan mbak Mystique.

Beast - X - Logan. I wanna call X, hey se-X-y!
Logan a.k.a Wolverine: Kuku akuh bagusnya dikasi kuteks warna apa yah..
This is not part of drama movie. They're Erik n Mystique
Cerita film berlangsung makin seru, setelah adegan sinis-sinisan Professor X dengan Magneto di pesawat. Bagus deh akting McAvoy dan Magneto di situ. Bagian ini diperkuat dengan adegan pesawat yang sempat oleng karena Magneto marah dan menghardik McAvoy yang dianggapnya cemen.

Dua adegan favorit saya adalah saat Magneto memindahkan stadion dan mengarahkan sentinels untuk menyerang geng Presiden AS dan Trask, serta saat Quicksilver membebaskan Magneto dari penjara bawah tanah. Menonton aksi Quicksilver seperti melepaskan sejenak ketegangan.

Tak bisa tidak saya terus ber-huahahahaha dan ber-akakakakaka karena geli dengan kelakuan Quicksilver. Ya, kemampuan doi bergerak supercepat -sampai bisa mengubah arah peluru- dieksploitasi untuk memantik tawa. Dan upaya itu sukses. Mengingatkan saya pada Loki yang ulah ngeselinnya sama-sama bisa membikin kita cekikikan.

Magneto
Charles n Erik
Quicksilver
Dari segi akting, menurut saya semua bermain oke kecuali Lawrence. Mungkin perasaan saya aja sih, tapi dia memang seperti kurang menghidupkan sosok Mystique. Padahal dia termasuk tokoh sentral ya di film ini. Lainnya, entah itu Stewart, McKellen, Jackman, McAvoy, maupun Fassbender, tampil dengan riang dan tanpa beban.

Kekecewaan banyak orang mungkin karena banyak mutan tak nongol di sini (mungkin mereka lagi sibuk casting FTV). Jean dan Cyclops muncul di belakang, tapi tak sampai 3 menit, macam lagi bikin mi instan. Tapi selebihnya, film ini terlihat dipersiapkan matang. Ibarat mi rebus dengan telur, sayur, dan sosis, ditambah parutan keju dan kornet: sedaaap!

No comments:

Post a Comment