Wednesday, September 10, 2014

Gara-gara Isu

Nggak pernah ada yang bisa menjamin, orang yang kamu sayangi dengan sungguh-sungguh, kamu puja sedemikian rupa, dan selalu bersamamu kapan pun -saat senang maupun susah- tidak akan mengkhianati kamu.

Saya tidak sedang bicara tentang diri saya sendiri. Karena saya percaya 100 persen pasangan saya setia pada saya, tidak menggoda perempuan lain di belakang saya, apalagi mencoba bercinta dengan perempuan lain.

Saya bicara soal banyaknya kejadian yang sampai ke telinga saja. Which is mau nggak mau saya merasa ngeri, cemas, sekaligus bertanya-tanya, seperti apa semestintya sikap mereka, entah laki-laki atau perempuan, yang pasangannya berkhianat?

Memaafkan? Kalau iya, harus berapa kali memaafkan? Membiarkan? Kalau iya, apakah sudah siap dengan derita psikis yang demikian menyesakkan? Pura-pura tidak tahu? Dan melulu memendam sakit karena mesti tetap berlaku bahagia di depan si pasangan? Atau meninggalkan? Lantas kehilangan kesempatan untuk bahagia dengan segenap kenangan yang sudah ada?

Atau ada yang menjawab, mereka tidak merasakan apapun jadi tak perlu memgambil tindakan apapun?

Entahlah, belakangan saya merasa ngeri.

No comments:

Post a Comment