Friday, May 20, 2011

"Siap Komandan!"



Bahwa pengunjung sidang harus memberikan hormat saat majelis hakim memasuki ruang sidang, itu sudah aturan sejak dulu. Kalau Anda tak pernah mengunjungi persidangan, saya jelaskan sedikit ya.

Jadi dalam persidangan, majelis hakim itu paling dihormati. Dia memang PNS golongan sekian. Nggak punya pangkat, bintang, atau sejenisnya. Tapi jangan salah, yang punya pangkat, bintang, dan sejenisnya itu selalu memberi hormat pada majelis hakim di mukadimah sidang.

Dari sejumlah persidangan yang saya ikuti, ada beberapa orang yang sudah memberi hormat pada bapak dan ibu hakim. Mulai Komjen Susno Duadji, Brigjend Edmond Ilyas, Anand Khrisna, Antasari Azhar, Andi Mallarangeng, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan sejumlah anggota Dewan.

Wartawan pun sebenarnya juga harus hormat pada majelis hakim. Tapi karena kecongkakan dan arogansi, saya dan kawan-kawan biasanya memilih untuk tak beranjak dari duduk kami. Hehe..

Yang cukup membekas di ingatan adalah saat hakim Muhtadi Asnun membungkuk memberi hormat pada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dipimpin Albertina Ho. Saat itu sidang kasus mafia pajak yang melibatkan Gayus Tambunan. Asnun dihadirkan sebagai saksi, karena diduga menerima sejumlah duit suap dari Gayus.

Karena kondisi, Asnun yang di Pengadilan Negeri Tangerang menjabat Ketua, harus memberi hormat pada Albertina, yang tak punya jabatan struktural di PN Jaksel. Saya masih ingat, bagaimana Albertina yang terkenal “sadis” dan tegas saat menyidang, tiba-tiba “beku” saat harus memeriksa koleganya.

Tapi apa mau dikata? Semua karena situasi. Situasi pulalah yang membuat perbedaan di PN Jaksel hari ini, saat sidang replik Susno. Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal itu disidang karena diduga menerima suap Rp 500 juta dalam kasus arwana di Riau. Susno juga didakwa memotong dana pengamanan Pilkada Jawa Barat, saat masih menjabat Kapolda Jabar.

Karena dua pekan lalu masa tahanan hakim habis, Susno pun dinyatakan bebas demi hukum, alias bisa tinggal di luar rumah tahanan, selama masa persidangan. Merasa masih menjadi bagian keluarga Trunojoyo, Susno pun memutuskan ngantor. Namanya juga eks Kabareskrim, dan kini menjabat penasehat staf ahli Kapolri, Susno pun dikawal ajudan ke mana-mana.

Termasuk di ruang sidang. Dan karena situasi, dua ajudan Susno harus selalu menjalankan protap, di mana pun ia berada. Kondisi tidak memilih tempat. Tidak pula memilih waktu. Maka dalam sidang hari ini, kedua ajudan Susno yang gagah dan bertubuh tegap, dengan penuh percaya diri mengawal Susno sampai sang tuan duduk di kursi pesakitan.

Mungkin karena situasi pula, kedua ajudan berbadan tegap itu tak mengindahkan keberadaan majelis hakim yang dihormati Presiden sekali pun (jika Presiden ada di dalam ruang sidang) itu. Dengan penuh takzim, kedua ajudan berbadan tegap justru kemudian memberi hormat Susno. “Siap komandan!!”

No comments:

Post a Comment