Saturday, August 13, 2011

Drama Komedi Romantis Paling Oke (Bagian 3)

Saya baru inget kalau belum melanjutkan film mana aja yang menurut saya cucok masuk 10 Most Romantic Films. Okeee.. Lanjutkan!

7. While You Were Sleeping


Mungkin Tuhan mempertemukan kita dengan jodoh di saat yang nggak kita duga. Dan dia bisa saja bukan orang yang semula kita pikirkan, bahkan mungkin bukan orang yang kita harapkan. Tapi justru, orang itulah yang bisa membuat kita merasa segalanya lebih baik.

Hal itulah yang sepertinya ingin disampaikan sutradara Jon Turteltaub dalam film yang dirilis tahun 2006. While You Were Sleeping bagi saya film yang cewek banget. Soalnya film ini membuat cewek si tokoh utama merasa sangat dipuja. Hehehe ^_^

Cerita dimulai dengan rutinitas Lucy (Sandra Bullock) sebagai penjaga loket di stasiun. Setiap hari, Lucy selalu memandang penuh rasa harap pada Peter (Peter Gallagher), penumpang kereta. Tapi perasaan Lucy nggak pernah tersampaikan, karena ia cuma bisa gugup nggak jelas setiap Peter beli tiket di loketnya.

Nah suatu hari, di depan loket Lucy, Peter diserang kawanan perampok hingga terkapar. Lucy yang panik, kemudian membawa Peter yang koma ke rumah sakit. Sialnya, saat keluarga Peter datang, mereka tanpa ba-bi-bu langsung merasa bahwa Lucy adalah tunangan Peter. Hehehe.. Walhasil, Lucy pun diperlakukan baik bak dia sudah bagian dari keluarga Peter.

Awalnya Lucy lumayan menikmati hal itu. Sebelum datang adik Peter yang bernama Jack (Bill Pullman), yang curiga dengan status Lucy sebagai tunangan Peter. Karena curiga, Jack pun menyelidiki latar belakang Lucy, sampai akhirnya dia justru jatuh cinta sendiri pada cewek itu.

Hari demi hari, pertemuan makin intens, Lucy juga jatuh cinta pada Jack. Keadaan rumit saat Peter bangun dari komanya, dan cerita bahwa Lucy bukan tunangannya. Wong kenal aja enggak, hehe.. Lucy pun akhirnya pergi dari rumah keluarga Peter.

Endingnya film ini loh yang manis banget.. Jadi beberapa waktu setelah Lucy pergi dari rumah Peter, ia kembali bekerja di stasiun. Dan kamera mengambil close shot ke lubang loket, saat sebuah wedding ring menggelinding masuk ke mangkuk dan diterima Lucy. Ternyata yang menggelindingkan koin adalah Jack, yang datang menghampiri Lucy bersama anggota keluarganya.

Di loket itulah Jack melamar Lucy. Sementara Peter yang masih belum mengerti apa yang sesungguhnya terjadi, kemudian bertanya pada Lucy: "When did you fall in love with him?". Jawab Lucy, "While you were sleeping.." :)

Film ini menurut saya nggak sekadar manis. Tapi sang sutradara mampu membuat sedikit kejutan dengan ending Lucy pada akhirnya menikah dengan Jack, bukannya Peter. Dan wow, saya sangat suka Bill Pullman. Dia ganteng, hangat, lembut, senyumnya memikat, dan punya tatapan mata super teduh. Nggak bosen deh nontonnya. Hehe.. Endingnya juga romantis banget bagi saya.

"So, I had planned to marry Peter, but I married Jack instead. My father was right.
Life doesn't turn out the way you plan.." (Lucy Moderatz)

8. Bridget Jones's Diary


Film ini Inggris banget! Saya suka sekali meski filmnya sampai dibuat sekuel. Hehe.. Dan lagi, saya suka ide filmnya, which is si tokoh utama cewek bukan tipikal "main actress pada umumnya" yang kurus, tinggi, langsing. Lihat saja Bridget (Renee Zellweger) yang punya tubuh berisi dan lemak di sana-sini. Sooooo me :p

Bridget adalah cewek 32 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan penerbitan. Ia punya tubuh overweight, dan tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Bridget ini punya bos bernama Daniel (Hugh Grant), yang flamboyan dan gemar meliriknya.

Cerita bergulir pada adegan perkenalan Bridget dengan Mark Darcy (Colin Firth) di sebuah acara keluarga. Mark adalah teman masa kecil Bridget yang diharapkan keluarga keduanya bisa jadi pasangan Bridget. Namun Bridget sendiri nggak tertarik pada Mark, karena si pengacara dianggap Bridget terlalu kaku dan tak punya selera humor.

Bridget akhirnya malah jadian sama Daniel. Bersama Daniel, Bridget awalnya merasa sangat bahagia karena bosnya itu tampak begitu memujanya. Mereka pun terus berhubungan, dan tak jarang memantik cemburu Mark Darcy.

Hingga suatu ketika Bridget menemukan Daniel mengkhianatinya, karena berselingkuh dengan seorang pelacur. Di saat hatinya hancur seperti itu, Mark datang. Jadilah Bridget yang gendut itu jadi rebutannya Daniel dan Mark. Wkwkwk

Ya ampuuun.. Emang deh ya, cowok Inggris tuh menyenangkan (see Mark, not Daniel of course). Saya seneeeng banget lihat tingkah laku kikuk Mark saat jatuh cinta pada Bridget. Saya seneng lihat cara Mark menatap Bridget, dan bagaimana cara dia menyampaikan perasaannya. Uuuugh, so sweet.. Hehehe..

Film ini sangat saya rekomendasikan deh pokoknya. Endingnya juga manis banget, di mana Mark dan Bridget kissing di tengah jalanan London yang ditaburi salju. Dan Mark yang mengenakan tuksedo hitam panjang, kemudian menyelimutkan tuksedonya ke tubuh Bridget... Really nice..

No comments:

Post a Comment