Thursday, August 18, 2011

"Selir Hati"

Habis bukber sama geng SMA kelas 1 nih. Hihihi.. Senangnya.. Yah walau yang datang cuma saya, Nindy, Meta, n Nchan. Karena Lulu, Galuh, dan Matrika nggak di Jakarta. Tapi seneng banget lah. Bisa ketawa-ketawa nggak jelas bareng mereka, hehe..

Yang jadi keynote speaker dalam arisan kali ini adalah Nindy. Guess what, dia bawa kabar heboh soal seorang cowo -sebut saja Arif- yang tiba-tiba intensif deketin dia. Padahal Nindy kan udah mau merit sama Tyo. Dan si Arif ini juga baru putus setelah pacaran 8 tahun sama ceweknya.

Setelah dengerin cerita lengkap Nindy, dengan pedenya saya sodorin saran ngawur: "Putusin Tyo aja, Ndy. Kayaknya Arief lebih sayang sama kamu," kata saya. Nindy cuma senyum. Tapi akhirnya dia bilang, dia nggak mungkin ninggalin Tyo, karena eman-eman sama hubungan mereka yang udah terjalin 6 tahun.

Ini alasan saya kenapa Nindy sebaiknya memilih Arief dibanding Tyo. Pertama, Arief kelihatan begitu menginginkan Nindy. Hal ini terbukti dengan kenekatannya pdkt ke Nindy padahal dia tahu Nindy udah punya pacar.

Kedua, nggak semua orang lho, seberani Arief dalam mendapatkan orang yang dia suka. Saya tahu itu nggak adil buat Tyo. Tapi yah, Arief juga pantas dapet apresiasi lah, hehe.. Dia bertindak seperti itu karena punya keyakinan Nindy adalah orang yang tepat buat dia, dan dia yakin dia bisa lebih membahagiakan Nindy daripada Tyo.

Yup, salah satu kondisi yang sangat tidak mengenakkan adalah saat kamu menyukai seseorang yang sudah punya pasangan. Tapi di sini Arief memilih untuk ambil langkah yang "tidak populer".

Soal ini memang bakal jadi perdebatan di setiap obrolan sambil makan. Tapi memang semua hal ada sisi positif-negatifnya, bukan? Saya pribadi nggak mau (atau nggak berani) ambil keputusan seperti Arief. Tapi melihat keberanian dia, oke, kayaknya keren juga. Hehehe..

Di tengah obrolan, saya izin shalat ke lantai dasar. Di jalan, saya denger lagunya AHmad Dhani yang judulnya Selir Hati (judulnya nggak banget deh..). Kalau lupa lagunya, ini liriknya:

"Aku rela, oh aku rela.. Bila aku hanya menjadi selir hatimu untuk selamanya. Aku rela, ku rela.."

Denger lagu itu saya jadi ngikik sendiri. Saya pun langsung sms Nindy dan meledek dia. "Noh, itu lagunya si Arief. Buruan gih putusin Tyo," kata saya.

Jawab Nindy, "Hahahaha.. Tapi kayaknya jahat kalo dia dianggep Selir Hati. Untuk orang sebaik dan secerdas dia..".

Baca SMS Nindy, saya jadi nggak ndesak-ndesak dia lagi buat mutusin Tyo. Oke, mungkin memang Arief sangat oke. Dia baik, perhatian, mapan, loyal, cerdas, dan penyayang. Namun faktor-faktor itu pada akhirnya bisa jadi sekadar angin lalu, demi sebuah hal bernama komitmen..

No comments:

Post a Comment