Wednesday, December 14, 2011

Jatuh Cinta Diam-Diam

yolanducha.blogspot.com
Kamu pernah jatuh cinta diam-diam? Kata Raditya Dika, jatuh cinta diam-diam adalah saat kamu merasa begitu menyayangi seseorang, tapi tak punya secuil pun nyali untuk mengungkapkan apalagi mengatakan.. Kamu hanya bisa tersenyum menatapnya dari jauh, atau mungkin kamu ada di dekatnya, tapi bukan sebagai siapa-siapa.

Saya tiba-tiba pengin menulis soal ini karena kebetulan banyak teman saya yang jatuh cinta diam-diam. Menurut saya, perasaan yang tidak tersampaikan itu kadang justru tampak begitu besar, hebat, jauh lebih “agung” dibandingkan dengan mereka yang pacaran dan setiap pagi mengirim pesan cinta ke kekasihnya.

Ini hanya kesimpulan saya pribadi. Tapi mungkin, cinta diam-diam tampak begitu dahsyat, karena perasaan yang terakumulasi itu tertunda untuk meluap. Seperti air yang bisa menjadi banjir, perasaan orang yang cinta diam-diam pun bisa saja berbuah petaka yang membuat semuanya porak-poranda.

Teman saya, X, diam-diam menaruh hati pada Y, sahabatnya sendiri. Saya sebagai kawan sebenarnya sudah merasakan ada yang aneh dari cara X menatap Y. Tapi saya tak berani menanyakan, sampai suatu hari X mengaku sendiri, dia sudah jatuh cinta pada lelaki itu. Maka begitulah X, terus menjadi sahabat yang baik bagi Y, tanpa sedikit pun upaya untuk membuat Y menyadari perasaannya. Bagi X, bisa menyayangi Y saja sudah cukup.

Ada pula P, teman perempuan saya yang memendam rasa untuk Q, teman seprofesinya. Saya yakin, tak akan ada yang menduga bahwa P sebenarnya cinta diam-diam kepada Q. Bukan bermaksud sombong, tapi saya sangat sensitif masalah beginian. Maka saat P mengaku pada saya ia naksir Q, saya enggak kaget. Saya hanya bisa mendoakan P yang sampai saat ini masih berusaha mendekati Q, mulai lewat BBM, sampai nekat mengajak nongkrong Q.

Sebenarnya masih ada beberapa kawan yang mengalami cinta diam-diam. Tak perlu saya ceritakan satu per satu, lah. Saya hanya ingin menunjukkan, di kanan-kiri kita banyak yang sedang mengalami cinta diam-diam. Entah dia sebagai sosok yang mencintai, atau mungkin sebagai yang dicintai. Semua itu tetap berada dalam lingkaran setan, selama tak ada niatan untuk menentukan arah hubungan.

Saya sendiri pernah mengalami cinta diam-diam (hihi, ikutan curhat..). Sebenarnya tidak sepenuhnya diam-diam, karena saya sudah berusaha menyampaikan sinyal. Saya akui, saya memang suka bermain petanda. Bukan saya banget lah, kalau bisa blak-blakan saat suka sama orang. Buat saya, menyampaikan petanda bahwa saya menyukainya sudah cukup. Hehehe..

Bagi mereka yang jatuh cinta diam-diam, mendapatkan cinta orang yang disukai adalah bonus yang tak ternilai. Balasan cinta serupa hadiah atas ketulusan yang sudah demikian menguar di dalam hati. Adapun bagi yang cintanya tak terbalas, jatuh cinta diam-diam bagaikan candu. Yang tak bisa dilepaskan, meski hati sebenarnya menyadari ada ketidakberesan.

Tebet, 14 Desember 2011

2 comments: