Monday, July 16, 2012

Jokja dan Hujan

Saya teramat rindu Jokja. Sungguh rindu, seperti rindu pekerja pada libur panjang. Seperti rindu anak SD pada kelas kosong. Seperti rindu kemarau pada hujan.

Rasa rindu ini semakin menjadi. Membuat tidur tak nyenyak, dan bangun tidur tak jenak.

Tak tahu alasan mengapa saya demikian rindunya pada Jokja. Saya juga tak peduli. Lagipula, kata seorang kawan, rasa rindu itu tak perlu alasan.

Jokja, saya rindu kamu.

No comments:

Post a Comment