Tuesday, September 25, 2012

Yak, Bangkok Lagi.. Hujan Lagi.. Kangen Lagi..

Bangkok from en.wikipdia.org

Namanya juga jalan-jalan pas low season, pastinya cuaca juga sedang kurang bersahabat. Pun demikian saat kami tiba di Bangkok, Sabtu malam, 15 September 2012, hujan sedang mendera ibukota Thailand tersebut. Saya dan Dian yang duduk di samping sopir van, dengan jelas bisa melihat bulir-bulir hujan membasahi kota itu.

Tapi saya masih tetap tersenyum. Bangkok masih sama seperti setahun lalu. Hangat, bersahabat, dan entah bagaimana ngangenin. Saya dan Novi yang sudah ke sini setahun lalu, memutuskan singgah lagi karena memang ada rindu yang belum tuntas pada Bangkok. Namun lagi-lagi kami tak lama di sini. Cuma dua hari. Ya, bukan waktu yang lama untuk membuang rindu.

Malam itu kami tidak menginap di jalan utama Khao San Road –area backpacker- karena ingin mencari suasana baru. Kami pun mencari penginapan di selatan Khao San Road, yang lebih tenang meski harus masuk gang-gang sempit. Sempat kehabisan kamar di sejumlah penginapan, kami akhirnya bermalam di Erawan Guest House.

Kami membayar 1000 baht atau Rp 300 ribu untuk tiga orang per malam di Erawan. Ya, hotel di Bangkok memang sedikit mahal dibanding negara Asia Tenggara lainnya. Dengan harga itu kami mendapat fasilitas tiga bed, AC, TV, kamar mandi berpemanas, handuk, dan Wifi. Yang menguntungkan, posisi Erawan dekat dengan halte bus dan dermaga Sungai Chaophraya.

Walau jalan becek selepas hujan, kami tetap turun ke Khao San Road malam itu. Suasananya tak banyak berubah dibanding tahun lalu. Pub-pub kecil ramai pengunjung, dentuman musik superkencang, bule-bule di sepanjang ruas jalan, pasangan kekasih bergandengan tangan, gelak tawa, dan gelas bir di mana-mana. Khao San yang menyenangkan.


Night in Khao San Road

Sepertinya benar kata Novi. Sepanjang kita hanya tinggal sekejapan mata saja di Bangkok, kangen dan penasaran terhadap kota ini tak akan pernah rampung. Mungkin butuh waktu sedikit lebih lama untuk tinggal di sini, agar bisa menyelami kehidupan serta budaya masyarakat Siam lebih seksama.

Ya, saya ingin lebih lama bercumbu dengan kuil-kuil indah kota ini, menikmati masakannya yang khas, merenungi kehidupan di tepian Sungai Chaophraya, dan sekali lagi menikmati hujan dari sebuah sudut di Bangkok. Suatu hari nanti mungkin..

Khao San Road - by Novi

No comments:

Post a Comment