Wednesday, May 29, 2013

Sebelum Pagi


Belum terlalu pagi untuk kita
Bertukar kisah tentang siang yang kita karang di dua tempat berbeda
Matahari masih di sana,
Lelap berbantal awan di timur-Nya
Dia bilang, "lanjutkan dulu rindu kalian. Aku akan bersabar."

Dan kamu tersenyum,
Belum terlalu pagi untuk kita, katamu
Meski gelap ada mereka-reka
Dan angin di luar semilir, seperti ancaman.

Tapi mengapa mesti cemas akan gelap?
Kulihat matamu bercahaya, riang, seperti anak sekolah yang libur di akhir pekan

Tidurlah, sayang
Akan selalu ada secangkir kopi untukmu,
Esok pagi saat lelahmu hilang

No comments:

Post a Comment