Thursday, June 20, 2013

Tutug Oncom (TO) Tasikmalaya


Lebih dari tiga kawan asal Tasikmalaya menyebut tutug oncom sebagai kuliner khas Priangan Timur. Penasaran, Rabu lalu Tempo berburu makanan ini langsung di daerah asalnya. Kami sempat kesulitan mencari tutug oncom, karena sejumlah orang yang kami temui di Tasikmalaya, lebih mengenali makanan itu dengan singkatannya, TO.

Terbukti, begitu kami bertanya letak rumah makan TO, seorang warga memberi petunjuk arah dengan mudah. Kata dia, TO bisa dijumpai di dekat Gelanggang Olahraga Susi Susanti, Stadion Dadaha. Dari sejumlah warung tutug oncom di sana, yang paling terkenal adalah TO Rahmat.

TO Pak Rachmat terletak di Jalan BKR, 500 meter dari Stadion Dadaha. Bangunannya berbentuk saung luas, dikelilingi hamparan sawah hijau. Konsep makannya lesehan. Jika cuaca cerah, menyantap tutug oncom di saung terbuka sangatlah menyenangkan. Namun jika hujan, cipratan air bisa membasahi Anda yang duduk di deretan pinggir.

Siang itu, saya memesan nasi TO, ikan peda dan cumi goreng, tempe mendoan, serta oseng daun genjer. Harga seporsi nasi TO plus sambal dan lalapan, Rp 4 ribu. Sedangkan harga lauknya berkisar antara Rp 2-6 ribu per jenisnya.

Nasi TO adalah campuran nasi putih dan oncom goreng. Oleh TO Rahmat, menu ini dihidangkan dalam kondisi hangat, di atas piring rotan beralas daun pisang. Bulir oncom kecoklatan yang mengintip di sela-sela nasi, terlihat menggoda.

Dalam Bahasa Sunda, tutug berarti menumbuk. Sedangkan oncom dibuat dari ampas tahu yang difermentasi. TO mulai dibuat saat zaman revolusi kemerdekaan RI. Saat itu, makan nasi masih menjadi kemewahan tersendiri. Untuk mengirit, warga Jawa Barat pun berinovasi memadukan nasi dengan oncom.



Paduan itu menghasilkan nasi TO yang gurih dan asin. Memakannya tanpa lauk pun sebenarnya sudah enak. Karena itu biasanya, seporsi lauk yang disuguhkan oleh rumah makan TO, tak banyak. Apalagi sambal goang khas Sunda yang pedas, sudah memberi sensasi tersendiri.

Saat berkunjung ke Tasikmalaya, tak ada salahnya mencicipi TO di seputaran Dadaha. Namun jika sedang buru-buru, Anda bisa membeli tutug oncom dalam kemasan di toko oleh-oleh kota itu. Yang paling terkenal di sana adalah Abon Tutug Oncom "Waroeng Nadya". Harganya tak sampai Rp 10 ribu rupiah per kemasan. TO instan itu bisa tahan disimpan hingga enam bulan setelah tanggal pembuatan.


1 comment: