Wednesday, September 18, 2013

Semesta Menggiring Saya Kembali ke Toba

Eyang Paulo Coelho pernah bilang, kalau kamu benar-benar menginginkan sesuatu, maka semesta akan berkonspirasi mewujudkannya. Saya percaya itu karena beberapa waktu lalu, saya baru saja "mbatin" kangen dan ingin ke Toba lagi. Mimpi itu saya cuit ke Twitter dan tulis sebagai status BBM. Beruntungnya saya, dua hari setelahnya, mas daktur sms saya. Dia bilang saya diberangkatkan ke Toba untuk meliput Festival Danau Toba 2013. Ya Tuhan, saya sampai heri alias heboh sendiri saking bahagianya, hehehehe.

Saya ke sana mengajak Mbak Muno (@muno311) yang kebetulan lagi cuti di luar tanggungan. Mbak Muno ini senior saya di kantor. Dia reporter Tempo juga. Selama 10-13 September lalu kami meliput FDT, kegiatan boat budaya-nya antropolog asal Kanada yang meneliti soal ulos -Mbak Sandra Niessen- dan World Drum Festival. Ini beberapa fotonya.

Boneka Sigale-gale di Semenanjung Tuktuk, Danau Toba. Kami tiba di Tuktuk sore, setelah menempuh perjalanan 10 jam dari Jakarta

View dari kamar hohoho


Balawan dan kelompok kendang dari Samosir, Banyuwangi, Lombok

Badema, kelompok dari Afrika
Perjalanan dengan boat budaya

Sandra saat saya wawancara. Yang motret Mbak Muno

Suasana makan siang di boat

Febrina Pakpahan, Lasma Sitanggang, Paul, Sandra Niessen

Di Nainggolan, kapal hanya merapat sebentar karena hari pasar jatuh Senin, sedangkan saat itu Kamis

Lagi bahas, boat budaya mau lanjut jalan ke mana

Menuju Muara
 
Suasana di dek atas boat budaya

Banyak orang manggul barang di kepala, di Muara, Tapanuli Utara

Mendung banget setibanya di Muara, Tapanuli Utara

Sandra, Febrina, Bang Ojak, Pak Jeri, riweh nyiapin nonton bareng Rangsa Ni Tonun di Muara

Mamak-mamak di pasar Muara

Hiruk pikuk sebelum menggelar nonton bareng film Rangsa Ni Tonun


Nonton bareng film Rangsa Ni Tonun di pasar Muara

Ompu Rido, penenun ulos harungguan di Muara, Tapanuli Utara

5 comments:

  1. Replies
    1. bawalah pergiii cintaaaku.. *nyanyi lagu Afgan*

      Delete
  2. dua pekan lalu aku liburan ke rumahnya ibunya partner, terus pas bebongkaran, kami menemukan photo projector waktu beliaunya liburan ke Asia Tenggara tahun 70an. Salah satu tempat yang dia kunjungi adalah Toba. Ya ampun itu Toba 70an cakep betul! Aku yang ga pernah berniat ke Toba pun jadi pingin berkunjung. Dan menemukan tulisan soal Toba, kayaknya emang harus berkunjung ni. Haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa bagus banget lho Ka, Toba! :D asal enggak musim penghujan aja. Saranku sih awal tahun. Atau kalau ga masalah beli tiket mepet, telpon orang penginapan Toba aja dulu. Tanya di sana lagi musim hujan atau gak heheh

      Delete
  3. awal tahun bukannya pas musim hujan ya?

    pingin banget ke toba... nganter istri balik kampung

    Karimunjawa Islands Info

    ReplyDelete