Friday, January 3, 2014

Bahagia Melihat Bahagia

Eyang kakung saya (kakaknya ibunya bapak) sampai sekarang masih sehat. Fisiknya selalu prima, meski dia bukan tipe yang rajin olahraga. Suatu hari, ada seseorang bertanya pada Eyang Kakung, apa resep yang membuatnya senantiasa bugar.

Dia bilang, resepnya adalah bersyukur dan bahagia melihat kebahagiaan orang lain. "Banyak orang sirik, dan selalu iri melihat kebahagiaan orang lain. Yang begitu itu bikin hidupnya enggak bahagia, ngentekke (menghabiskan) energi," katanya.

Kalimat itu terus saya ingat sejak sepuluh tahun lalu. Dan kembali sering saya dengar saat ikut Bali Spirit Festival pertengahan tahun lalu. Di festival itu, semua orang tampak bahagia dan memancarkan aura positif. Sungguh berada di antara mereka membuat saya ikut bahagia dan tak bisa untuk tak terus tersenyum.

Salah satu peserta dari Finlandia, Mina, terus menerus bilang pada saya, bagaimana ia menyukai semua kebaikan yang menguar dalam festival. "Melihat orang lain tersenyum, saya jadi ingin terus tersenyum. Oh dear, saya bahkan tidak pernah melihatmu tidak tersenyum selama di sini," ujar Mina.

Well, sederhana tapi sulit, kata seorang kawan pada saya. Tapi bener lho, ikut tersenyum dan bahagia melihat kebahagiaan orang lain itu menyenangkan. Coba, deh :)

No comments:

Post a Comment