Saturday, January 4, 2014

Happy Wedding, Dian!


Saya bahagia sekaligus 'sedih' hari ini. Sahabat saya, Dian Haryati, menikah dengan si abang, Dedy, di Purwakarta. Sebenarnya saya berjanji datang ke rumahnya H-1 dengan perkiraan bakal moto-moto acara pengajian, silaturahmi keluarga, akad, hingga resepsi. Tapi karena mesti liputan, saya akhirnya baru ke sana Jumat malam.

Dian berarti banget buat saya. Kami kenal di Lembaga Pers Mahasiswa Manunggal. Dia anak jurusan Statistik, saya Komunikasi. Walau sama-sama Aquarius, karakter kami sangat berbeda. Saya cablak, bawel, dan supermanja pada Dian yang kalem dan baik hati. Beda banget, deh. Selera baju aja beda. Saya suka baju aneh dan Dian penggemar baju-baju 'sopan' dan berwarna soft. Tapi sama Dian, rasanya adem aja. Saya seperti bertemu teman masa kecil yang saling memahami. Oh ya, Dian itu unik. Ayahnya Makassar, ibunya Minang, tinggalnya di Purwakarta, tapi karakternya sangaaaaat Jawa :)

Saat saya bolak-balik Jakarta (sebelum di Tempo, saya keterima di sebuah majalah perempuan sebagai reporter) di kos Dianlah saya biasa menumpang. Saya juga satu kamar dengannya, sampai suatu hari kamar sebelah kosong dan saya pindah kamar. Yaaa namanya juga sahabat sekaligus teman kos, saya dan Dian saling tahu sejarah cinta dan keluh kesah kehidupan *halah. Dia juga sangat bisa membaca pikiran saya, walau saya enggak bilang secara verbal.

Dan saat hari ini Dian menikah, rasanya gimana gitu. Saya ingat detail proses perkenalannya dengan si Abang, senyum malu-malunya saat mendapat whatsapp dari Abang, proses fitting kebayanya (fitting pertama kebayanya sesak, hingga akhirnya pas pada fitting kedua), nyari undangan di Pasar Tebet, diet demi baju nikah muat... dan sampai 4 hari lalu kosan sepi. Dian sudah menuju Purwakarta untuk persiapan pernikahannya.

Alhamdulillah, akad nikah yang dimulai jam 8 pagi tadi berjalan lancar. Dia terlihat cantik dengan kebaya putih dan make up pinkish. Ia tampak tegang, dan suaranya lirih saat meminta restu dari sang ayah. Belum juga penghulu memulai prosesi, saya sudah menangis. Rasanya terharu lihat Dian duduk di situ dengan Abang, dan melihat mereka akhirnya menikah :')

Sedih sih kalau bayangin Dian setelah ini mungkin bakal pindah kos. Tapi ya masa mau saya cegah-cegah? Helooooow..

Selamat ya Diankuuu.. bahagia selalu dengan status dan kehidupanmu yang baru. I'm happy for you both. *pelukkecup*






1 comment: