Friday, January 9, 2015

Predestination Review -- Film Aneh yang Sinting

Jane
Ini film sinting yang membuat saya dan pacar enggak berhenti membahasnya bahkan sehari setelah menonton film itu. Sepanjang perjalanan dari GI sampai rumah, saya terus nyerocos membahas Predestination, benar beginikah? Benar begitukah?

Predestination adalah film soal polisi yang melakukan jelajah waktu. Konsepnya agak berbeda dengan Interstellar, tapi kali ini, kesampingkan soal masuk akal atau tidaknya. Saya pribadi lebih melihat Predestination sebagai scifi. Tapi yakinlah, dramanya asyik seasyik-asyiknya. Ada banyak twist, dan sepanjang film kita akan terlena oleh akting si pemeran utama, Ethan Hawke dan Sarah Snook.


Saran saya, jangan lewatkan sedetik pun adegan di layar bioskop. Perhatikan juga detail omongan mereka, karena bisa jadi itu petunjuk bagi kita memecahkan siapa di balik apa, dan apa di balik siapa. Sayangnya saya lumayan bisa membaca ke mana arah filmnya, jadi ya unsur kejutannya enggak begitu dapet. Tapi enggak masalah. Tetap aja seru menyusuri bangunan ceritanya.

Adalah karakter Ethan Hawke (nggak disebutkan namanya demi kepentingan cerita) yang bertugas sebagai Agen Temporal di sebuah biro rahasia kepolisian. Karakter Ethan Hawke dikisahkan punya alat kayak kotak violin yang bisa membawanya bertamasya ke masa lalu dan masa depan, maksimal 52 tahun dihitung dari tempatnya berada.

Kemampuan itu berarti banyak. Karakter Ethan Hawke bisa mencegah sejumlah kecelakaan dan membendung jatuhnya korban. Nah, satu-satunya peristiwa yang tak bisa diselesaikan Hawke adalah peristiwa pengeboman oleh Fizzle Bomber yang mengakibakan matinya 10 ribu penduduk New York pada tahun 1975.

Sebelum pensiun, karakter Ethan Hawke diminta bosnya untuk satu tugas terakhir: mencegah Fizzle Bomber beraksi. Karakter Hawke pun segera terbang ke tahun sebelum peristiwa itu berlangsung. di tahun itu, ia bekerja sebagai bartender. Satu malam di bar tempatnya bekerja, karakter Ethan Hawke bertemu dengan John.

John
Ternyata eh ternyata, John dulunya adalah seorang perempuan yatim piatu bernama Jane. Dia ini interseks (punya dua alat kelamin), dan karena mengalami perdarahan saat melahirkan, rahimnya diangkat. Jane pun mengubah namanya menjadi John. John alias Jane ini akhirnya menyimpan dendam pada lelaki yang menghamilinya. Fyi, lelaki itu kabur begitu saja setelah merayu dan menghamili Mbak Jane. Ouch.

Sampai di situ, masih drama abis kan ya.. Karakter Ethan Hawke lalu menawari John untuk menghadirkan si lelaki yang menghamili Jane. Syaratnya, John harus mau menjadi agen temporal seperti dirinya. Dan di sinilah petualangan dan kejutan tersuguh. Kita bakal beberapa kali berkata "Woh ternyata..." atau "Yaelah gitu toh.."

--SPOILER ALERT--

Jadi ternyata, si karakter Ethan Hawke, Fizzle Bomber, Jane, dan John, adalah orang yang sama. Jreng jreeeng.. Lebih gilanya lagi, mereka adalah anak dari mereka. Maksudnya? Jadi, si John ini pas dewasa jadi Fizzle Bomber. Gara-gara ada Fizzle Bomber, dibentuklah biro rahasia kepolisian yang mempekerjakan agen lintas waktu. Salah satu yang dipekerjakan adalah John (diambil dari masa lalu oleh si karakter Ethan Hawke).

Terus, si John ini kembali ke masa lalu, dan bertemu dengan Jane. Keduanya saling jatuh cinta, lalu punya anak, sebut saja si bayi. Lalu si bayi ini, pas di rumah sakit, diculik oleh karakter Ethan Hawke dan dititipkan ke panti asuhan. Si bayi ini lalu tumbuh menjadi Jane yang kemudian jatuh cinta pada John dari masa depan.

Muter-muter? Iya banget. Hahahaha.. Makanya ada pada satu adegan, si karakter Ethan Hawke ngomong ke John: Kita itu seperti ular yang menggigit ekornya sendiri.

Nih diagramnya hahahahahaha

No comments:

Post a Comment