Friday, March 13, 2015

Pantai Dato Majene: Tebing Karang, Ombak, dan Pasir Putih

Pantai Dato Majene, Sulawesi Barat.
Para aktivis Instagram wajib ke sini. Itu yang ada di benak saya saat menyambangi Pantai Dato, sebuah destinasi di Kecamatan Banggae, Sulawesi Barat. Sebabnya, pantai ini punya banyak sudut yang fotogenik.

Ini semacam perpadanan antara Tanah Lot, Bali, dengan Tanjung Bira, Sulawesi Selatan yang sayangnya masih sunyi dari pengunjung, bahkan penduduk setempat. Mungkin para jong Celebes sudah biasa banget ya, melihat pantai. Enggak kayak gue yang lihatnya macet mulu ^_^

pasir (nyaris) putih

Memang pantai yang seksi semacam hal yang "lumrah" di Sulawesi. Tapi tetap saja, semua tempat punya kekhasan sendiri yang bikin kita hepi ada di sana.

Lansekap Pantai Dato terbagi menjadi dua bagian, yakni pantai dengan karang-karang raksasa dan pantai beralaskan pasir putih yang lembut. Kalau ingin memotret pemandangan pantai dari atas bisa saja. Kamu tinggal naik melewati tangga menuju karang besar yang cukup luas. Dari atas karang, wah, jangan ditanya pesona pemandangannya. Bikin gemeteran saking luar biasanya *lebay dikit ya kak*

Bisa dibilang Pantai Dato punya banyak kelebihan untuk dijadikan tempat leyeh-leyeh saat sore. Selain punya pasir putih dan batu karang, pantai ini juga punya ombak yang tidak terlalu galak. Jadi kita bisa bermain dan berenang di pinggir pantai sembari menunggu matahari tenggelam di sana.

Ujung tebing Pantai Dato yang menjorok ke laut
Akses tangga menuju tebing
Hati-hati melangkah di tebingnya
Eciyeee
Sayangnya, pantai ini sekarang semacam tak terawat. Kondisi tangga yang menjadi akses menuju pantai, serta tangga naik ke karang tinggi, nyaris rusak. Untung deh badan masih sehat jadi enggak perlu doyong-doyong melewatinya. Pantai ini juga masih sepi dari cottage atau sekadar warung kopi. Jadi yaaaa kalau mau ke sini, kita mesti bawa bekal sendiri. Saya aja jadi terpikir buka warung makan di sana, hakhakhak

Kalau mau ke pantai ini kamu mesti sering bertanya pada penduduk sekitar, karena lokasinya tersembunyi dan tak ada papan nama yang mengarahkan ke sana. Tapi tak apalah, anggap saja tantangan sebelum menemukan pantai kece, kan?

Menuju ke sana sebenarnya enggak rumit-rumit amat. Kita bisa naik motor atau mobil dari pusat kota Majene. Kira-kira memakan waktu hanya 10-15 menit-an. Jika kita dari arah tugu pejuang Majene, di samping Pusat Pertokoan, tinggal menyusuri jalan ke arah Tinambung (perbatasan Majene-Polman).

Penanda yang paling gampang adalah kantor Polres Majene. Setelahnya ada jalan sebelah kanan. Nah, masuk terus sampai nemu pertigaan. Dari situ udah dekat kok, tapi disarankan untuk bertanya supaya tidak kesasar kayak saya :D

2 comments:

  1. Keren fotonya mba, apalagi paduan antara biru langit dan daratannya. Meskipun saya di Sulawesi juga tapi belum pernah kesana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu dulu main ke mana Fadly? Keren lah Bulukumba.

      Delete