Tuesday, September 8, 2015

Dicukur "Paksa" oleh Kabareskrim

foto: Dian Triyuli Handoko for tempo.co
Saat ngobrol dengan si pacar soal "tukar posisi" Budi Waseso dengan Anang Iskandar sebagai Kepala BNN dan Kepala Bareskrim Polri, saya langsung teringat sebuah hari pada April 2013. Ketika itu saya baru saja pindah desk ke Gaya Hidup, dan ditugasi wawancara Pak Anang untuk rubrik Pokok Tokoh majalah Tempo.

Saya pun kontak langsung Pak Anang, dan ia menyanggupi untuk diwawancara siang itu juga. Datanglah saya bersama Wisnu, fotografer Tempo, ke kantor BNN Jakarta. Di sana, kami sudah berbekal....... alat lukis. Ya. alat lukis, karena Pak Anang ini katanya jago melukis. Hohoho.. Kurang sahih dong ya, kalau enggak meminta Pak Anang melukis langsung di kantornya *tega*

Sesampainya di ruangan Pak Anang, beliau pun sempat protes. Gimana enggak protes kalau cat air yang kami bawa hanya tiga warna? Wahahaha.. Maaf ya Paaak.. Tapi ya sudahlah, dengan pedenya saya tetap minta Pak Anang buat melukis, dan saya tungguin saat itu juga sampai lukisannya jadi. Dan tadaaa... beliau mau. Tapiiiii ada syaratnya: RAMBUT WISNU YANG GONDRONG ITU HARUS DICUKUR.

Begitu mendengar permintaan Pak Anang. wajah Wisnu kontan pucat. Mungkin dalam hati dia mbatin, "hasyem, aku kurang ngganteng opo to? Kan rambut gondrong messy-ku wis keren ngeneee.." Tapi, nolak permintaan Kepala BNN? Dalam kondisi sedang "memaksa" beliau untuk melukis? Enggak bakal lah ya.. Hahahaha

Fyi, Pak Anang ini selain jago melukis, juga lihai mencukur rambut. Ini karena Pak Anang adalah anak seorang tukang cukur. Jadi, wajar lah kalau beliau gemes lihat rambut Wisnu yang gondring awut-awut gitu.. Jiahahaha..

Maka mulailah adegan Wisnu mohon-mohon biar rambutnya enggak dicukur. Sementara saya yang mengamankan artikel Poktok, mohon-mohon Wisnu biar mau dipangkas rambutnya. Dan Pak Anang pun dengan cueknya minta pegawai BNN mengambilkan seperangkat alat cukur ke dalam ruangan. Jreng jrenggg..

"Ayo kene ta cukur ndisik! Ojo meragukan kemampuanku nyukur rambut!" begitu kira-kira kata Pak Anang ketika itu. Sementara Wisnu masih tampak miris menatap seperangkat alat cukur yang udah siap menggasak rambutnya.

Dan tibalah akhirnya Pak Anang mengambil pisau cukur dan sisir, lalu memangkas pendek rambut Wisnu. Ckrik ckrik ckrik.. Kres kres kres.. Saya yang lihat pemandangan itu pun hanya ngakak.. Kapan lagi cuy dicukur rambutnya oleh Kepala BNN yang sekarang Kabareskrim, hehehe

Entah apakah Wisnu masih ingat peristiwa itu. Yang jelas, berkat keridhoannya mengikhlaskan rambutnya tercukur rapi, Pak Anang akhirnya menyelesaikan lukisannya. Yeyy!!

Anang Iskandar dan lukisan kupu-kupunya yang menyimbolkan pecandu narkoba yang sudah sembuh - FOTO: Wisnu

2 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete